Prosesspermatogenesis sangat sensitif dan dapat dengan mudah dipengaruhi oleh perubahan kecil pada tingkat hormon. 1 oosit sekunder (n) membelah secara meiosis ii dirangsang oleh fertilisasi menjadi 1 ootid (n) dan 1 badan polar kedua (n), sedangkan badan polar pertama (n) akan membelah lagi menjadi 2 badan polar (n) 1 ootid (n) berkembang menjadi 1 ovum (n)dengan 3 badan polar (n) dengan
Dalam sistem reproduksi pria, terdapat istilah yang dikenal sebagai spermatogenesis. Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma. Apa saja tahapan dan hal-hal yang memengaruhi pembentukan sperma? Simak lengkapnya dalam artikel ini. Proses spermatogenesis dalam tubuh pria Sperma adalah sel reproduksi pria yang biasa juga dikenal sebagai gamet, alias sel kelamin. Istilah gamet menyiratkan bahwa sel merupakan setengah dari keseluruhan. Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel sperma yang terjadi di dalam testis, tepatnya tubulus seminiferus. Tubulus seminiferus adalah tabung kecil di dalam testis. Pada dinding tubulus, terdapat sel Sertoli yang berfungsi memberikan makanan untuk sel sperma yang belum matang sel germinal. Nantinya, sel germinal spermatogonium akan berkembang dan membentuk sperma, lalu akan menghasilkan spermatozoa haploid. Sel germinal yang telah matang akan membelah dan berubah hingga menyerupai berudu sperma dengan kepala dan ekor pendek. Pada manusia, spermatogenesis dimulai saat pubertas dan berlanjut sepanjang hidup. Biasanya, prosesnya akan berlangsung sekitar 64 hari. Dalam Histology Spermatogenesis, dijelaskan kalau tahapan atau urutan proses kompleks pembentukan sperma spermatogenesis, terbagi dalam tiga langkah, yaitu Pertama, melibatkan pembelahan sel secara mitosis yang memungkinkan spermatogonia sel germinal atau calon sperma berkembang biak. Langkah kedua adalah meiosis. Pada tahap ini, calon sel sperma diploid akan membentuk sel sperma haploid. Ini adalah sel sperma yang dapat membawa data genetik satu set kromosom. Pada pembelahan meiosis, spermatosit primer akan berubah menjadi spermatosit sekunder. Pembelahan akan terjadi sampai pembentukan spermatid bulat. Tahap akhir spermatogenesis, pembelahan sel akan terjadi sampai proses spermatid lalu menjadi sel sperma matang spermatozoa. Pada akhir spermatogenesis, dari satu sel induk sperma spermatogonia akan menghasilkan empat sperma matang yang bersifat haploid. Saat sperma sudah matang, sperma akan bergerak ke dalam epididimis, yaitu tabung yang terhubung ke testis sebagai tempat penyimpanan sperma. Epididimis berperan sebagai tempat penyimpanan sperma hingga dikeluarkan lewat proses ejakulasi. Sperma yang matang memiliki kepala mengandung materi genetik serta ekor untuk membantu melakukan perjalanan ke dalam sel telur di dalam tubuh wanita untuk pembuahan. Baca JugaPenyebab Asthenozoospermia, Kelainan Sperma yang Pengaruhi Kesuburan Pria15 Makanan Penambah Sperma agar Makin SuburManfaat Menelan Sperma Saat Pasangan Ejakulasi, Pahami Juga Risikonya Faktor yang memengaruhi spermatogenesis Berikut adalah berbagai faktor memengaruhi proses terbentuknya sperma, di antaranya adalah 1. Hormon Hormon memegang peranan penting dalam spermatogenesis. Beberapa jenis hormon yang mempunyai andil dalam proses ini, yaitu LH Luteinizing Hormone LH berfungsi untuk merangsang sel Leydig yang terdapat di testis untuk menghasilkan hormon testosteron yang dapat mendorong proses spermatogenesis terjadi. FSH Folicle Stimulating Hormone FSH adalah hormon yang dapat merangsang sel Sertoli yang berada di dalam tabung tubulus seminiferus untuk menghasilkan ABP Androgen Binding Protein. Fungsinya adalah untuk melindungi, menunjang, dan memberi makan benih sperma hingga menjadi sperma yang matang. Testosteron Hormon testosteron dihasilkan oleh testis yang berfungsi merangsang perkembangan organ seks untuk melakukan spermatogenesis. Keseimbangan hormon-hormon di atas akan membantu pembentukan sperma yang berkualitas. Sebaliknya, jika terjadi ketidakseimbangan hormon, kemungkinan akan terjadi penurunan kualitas sperma. Kondisi ini dapat menyebabkan gagalnya sperma dalam membuahi sel telur. 2. Suhu testis Spermatogenesis terjadi di testis. Itu sebabnya, peningkatan suhu testis bisa menyebabkan berkurangnya pergerakan dan jumlah sperma, serta meningkatkan jumlah sperma yang abnormal di dalam semen. Contohnya, akibat demam berkepanjangan atau terlalu lama melakukan kegiatan dengan kondisi panas yang berlebihan, atau memakai celana terlalu ketat juga dapat meningkatkan suhu testis. Pada spermatogenesis, suhu ideal adalah sekitar 33,5° C lebih rendah dari suhu tubuh. 3. Penyakit Penyakit serius pada testis atau terjadinya penyumbatan pada vas deferens bisa mengakibatkan azoospermia. Azoospermia adalah kondisi ketika tidak terdapat sperma sama sekali di dalam cairan semen. Selain itu, proses pembentukan sperma juga mungkin terhambat jika terjadi pelebaran vena di dalam skrotum kantung testis. Kondisi ini dinamakan varikokel. Varikokel menyebabkan terhalangnya aliran darah menuju testis. 4. Obat-obatan Penggunaan obat-obatan, seperti cimetidine, spironolakton dan nitrofurantoin, atau pemakaian ganja, dapat memengaruhi jumlah sperma yang dihasilkan pada proses spermatogenesis. Baca JugaBikin Kelabakan Kaum Pria, Kenali Penyebab Sperma Encer Berikut IniPuting Tambahan, Kondisi Langka yang Bisa Dialami Pria dan WanitaKenapa Bisa Keluar Sperma tapi Tidak Terasa? Perbedaan spermatogenesis dan oogenesis Selain spermatogenesis, dalam proses pembentukan sel reproduksi dikenal juga istilah oogenesis. Meski tujuan utama spermatogenesis dan oogenesis sama, yakni proses pembentukan sel reproduksi, keduanya memiliki perbedaan. Spermatogenesis bertujuan dalam proses pembentukan sperma dalam tubuh pria. Sementara Oogenesis terjadi pada wanita, yaitu proses pembentukan sel telur. Nantinya, pembuahan sperma dan sel telur akan berkembang menjadi embrio. Baca JugaBikin Cemas, Apa Penyebab Luka Penis Lecet yang Dialami Kaum Pria?Gejala Kanker pada Pria yang Tidak Boleh DisepelekanHati-hati, Penis Belum Sunat Bisa Sebabkan Masalah Kesehatan Ini! Catatan SehatQ Proses pembentukan sperma akan berlangsung terus-menerus seumur hidup. Namun biasanya, jumlahnya dan kualitasnya akan menurun seiring bertambahnya usia. Hal ini juga berkaitan dengan penurunan jumlah testosteron yang akan menurun seiring waktu. Menjaga pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan bergizi dan rajin berolahraga bisa menjadi cara menjaga kualitas sperma yang murah dan mudah. Terutama, jika Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan. Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai spermatogenesis? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play. titikkritis dalam skema sertifikasi produk elektrik-elektronik DI INDONESIA Critical Point of Product Certification Scheme for Electric-Electronic Products in

Lengkapilah skema proses spermatogenesis berikut ini! tolong bantu Jawaban Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma. Spermatogenesis pada manusia terjadi di testis. Pembentukan sperma dipengaruhi oleh hormon testosteron. Pembahasan Berikut ini keterangan proses pada gambar secara urut dari atas ke bawah 1. Spermatogonium 2. Mitosis pendewasaan 3. Spermatosit primer 4. Meiosis 1 5. Spermatosit sekunder 6. Meiosis 2 7. Spermatid 8. Diferensiasi spermiogenesis 9. Spermatozoa Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma pada pria dengan cara pembelahan mitosis dan meiosis. Spermatogenesis terjadi di tubulus semeniferus atau testis. Adapun tempat menyimpan sperma sementara terjadi di epididimis. Pelajari lebih lanjut tentang organ reproduksi manusia di 7439629″ class=”sg-link”>7439629. Proses pembentukan sperma atau spermatogenesis pada manusia adalah sebagai berikut 1 spermatogonium —-> 1 spermatosit primer —-> 2 spermatosit sekunder —-> 4 spermatid —-> 4 spermarozoa 1. Spermatogonium Spermatogonium merupakan sel induk sperma yang akan mengalami pembelahan secara mitosis sampai akhir hayat. Spermatogonium terdiri dari 46 kromosom bersifat 2n/diploid kromosom berpasangan. 2. Spermatosit primer Spermatosit primer merupakan hasil mitosis dari spermatogonium. Spermatosit primer akan mengalami pembelahan meiosis untuk membentuk sperma. Spermatosit primer terdiri 46 kromosom dan bersifat 2n. 3. Spermatosit sekunder Spermatosit sekunder merupakan hasil meiosis satu dari spermatosit primer. Pada tahap ini terjadi reduksi kromosom yaitu pengurangan jumlah kromosom dari induknya. Spermatosit sekunder terdiri dari 23 kromosom dan bersifat n/haploid kromosom tidak berpasangan. 4. Spermatid Spermatid merupakan hasil meiosis kedua dari spermatosit sekunder. Spermatid terdiri dari 23 kromosom yang bersifat n / haploid kromosom tidak berpasangan. 5. Sperma / spermatozoa Sperma merupakan hasil diferensiasi atau spermiogenesis dari spermatid. Pada tahap ini terjadi perubahan pada spermatid menjadi sperma yang memiliki kepala, leher dan ekor. Sperma terdiri dari 23 kromosom dan bersifat n / haploid dan merupakan tahap sperma yang telah matang. Pelajari lebih lanjut tentang proses oogenesis di 13770092″ class=”sg-link”>13770092. Sperma yang sudah matang memiliki bagian-bagian seperti kepala, leher, bagian tengah, dan ekor. Bagian kepala sperma terlindungi suatu badan yang disebut akrosom berfungsi saat proses menembus lapisan dinding sel telur. Pada bagian tengahnya leher sperma terdapat banyak mitokondria yang berfungsi menyediakan energi untuk menggerakkan ekor sperma. Pelajari lebih lanjut tentang hormon reproduksi di 23226116″ class=”sg-link”>23226116. Detil jawaban Kelas 9 Mapel Biologi Bab Sistem Reproduksi Pada Manusia Kode AyoBelajar

Padaperistiwa anabolisme dalam hal ini fotosintesis pada salah satu tahapan proses fotosintesis diperlukan CO2 dan dihasilkan O2 secara berurutan proses-proses terjadi pada bagian . . a. 1 dan 2 d. 3 dan 5 b. 1 dan 3 e. 4 dan 3 c. 2 dan 1 Http:// Pelengkap G T C C T A Sense 28. Perlakuan pada eksperimen sebagai berikut :
- Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma, yang merupakan bagian penting dari sistem reproduksi manusia dan semua jenis hewan. Spermatogenesis bertujuan untuk menghasilkan gamet jantan dewasa yang dapat membuahi gamet betina untuk membentuk organisme bersel tunggal, yang disebut akhirnya, pembentukan zigot mengarah pada pembelahan dan penggandaan sel untuk membentuk janin. Proses spermatogenesis Proses spermatogenesis pada hewan dan manusia sebenarnya sangat mirip. Baca juga Spermatogenesis, Proses Pembentukan Sperma pada PriaDilansir dari Biology Wise, berikut adalah tahapan spermatogenesis. Tahap 1 Spermatogonium diploid asli yang terletak di tubulus seminiferus memiliki jumlah kromosom dua kali lipat, yang bereplikasi secara mitosis dalam interfase sebelum meiosis 1 untuk membentuk 46 pasang kromatid saudara perempuan. Tahap 2 Kromatid bertukar informasi genetik melalui proses sinapsis, sebelum membelah melalui meiosis menjadi spermatosit haploid. Tahap 3 Pada pembelahan meiosis kedua, dua sel anak baru selanjutnya membelah diri menjadi empat spermatid, yang memiliki kromosom unik yang jumlahnya setengah dari spermatogonium asli. Tahap 4 Sel-sel sekarang bergerak melalui lumen testis ke epididimis, yakni tempat mereka matang dan menjadi empat sel sperma dengan menumbuhkan mikrotubulus pada sentriol, membentuk aksonem, dan beberapa sentriol memanjang yang membentuk ekor sperma. Baca juga Ciri Sperma Sehat dan Cara Meningkatkan Kualitasnya Penting untuk diketahui bahwa setiap pembelahan dalam proses tersebut tidak lengkap. Selain itu, sel-sel selalu terikat satu sama lain oleh sitoplasma untuk memungkinkannya matang pada waktu yang sama. Kemudian, beberapa spermatogonia mereplikasi dirinya sendiri, bukannya berubah menjadi spermatid, yang memastikan suplai sperma tidak habis. Sepanjang proses spermatogenesis, sel spermatogenik berinteraksi dengan sel sertoli yang memberikan nutrisi dan dukungan struktural. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Perhatikanskema proses fotosintesis berikut ini. Berdasarkan skema tersebut yang ditandai X, Y dan Z secara urut adalah a. Siklus Calvin, ATP dan NADPH 2, Fotosistem. spermatogenesis, nomor I, III dan IV berturut-turut adalah .. a. spermatogonia, spermatosit sekunder dan spermatid. Pada saat kelas 11, kamu tentunya pernah memelajari pelajaran Spermatogenesis. Apa yang bisa kamu tangkap dari proses spermatogenesis? Secara umum, hal yang kamu ketahui tentang spermatogenesis merupakan sebuah tahap reproduksi pada pria dalam memproduksi sperma. Lalu, bagaimana tahapan-tahapan dari spermatogenesis hingga akhirnya menghasilkan sperma? Artikel ini akan memberikan penjelasan lengkap terkait proses spermatogenesis. Mulai dari pengertian, proses, struktur alat reproduksi pria yang merupakan tempat spermatogenesis berlangsung, serta tips menjaga kesehatan sperma. Simak pembahasannya di bawah ini! Pengertian Spermatogenesis Apakah kamu pernah bertanya bagaimana sperma dihasilkan? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma. Spermatogenesis terjadi pada tubulus seminiferus yang ada di dalam testis. Secara lengkap, spermatogenesis adalah sebuah proses di mana sel-sel germinal primer pada pria mengalami pembelahan dan menghasilkan sel-sel yang disebut spermatogonium. Untuk lebih lengkapnya tentang bagaimana proses spermatogenesis, akan dijelaskan pada pembahasan di bawah ini. Bagaimana Proses Spermatogenesis Terjadi? Proses spermatogenesis berlangsung kurang lebih 17 hari. Proses ini memanfaatkan energi dari sel-sel sertoli. Berikut ini pembahasan tentang proses spermatogenesis 1. Spermatogonium Fase awal proses spermatogenesis dimulai dari spermatogonium yang bersifat diploid 2n. Spermatogonium ini mengandung 23 pasang kromosom. 2. Spermatosit Primer Selanjutnya, spermatogonium akan membelah secara mitosis menjadi spermatosit primer. Spermatosit primer sifatnya masih diploid 2n. 3. Spermatosit Sekunder Kemudian, spermatosit primer akan membelah, disebut dengan pembelahan meiosis I. Pada proses ini, spermatosit primer berubah menjadi spermatosit sekunder. Jumlah spermatosit sekunder ada dua. Untuk ukurannya masih sama dengan spermatosit primer, tetapi sifatnya berubah menjadi haploid n. Spermatosit sekunder mengandung 23 kromosom. 4. Spermatid Spermatosit sekunder akan membelah lagi menjadi empat. Proses ini dinamakan fase meiosis II. Ukuran dan bentuk spermatid masih sama dengan spermatosit sekunder. 5. Sperma Matang Proses spermatogenesis yang terakhir adalah pembentukan sperma matang. Spermatid yang sudah berubah menjadi sperma matang akan menuju saluran epididimis. Struktur Alat Reproduksi Pria Alat reproduksi pria terdiri dari penis, testis, skrotum, dan saluran pengeluaran. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya, beserta fungsinya masing-masing 1. Penis Secara umum, penis pada organ reproduksi pria berfungsi untuk mengeluarkan urine dan semen, selain itu penis juga berguna sebagai alat kopulasi persetubuhan. Penis sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu akar, badan, dan glans penis. Di bagian badan penis, terdapat jaringan erektil silindris dan banyak pembuluh darah, yaitu dua korpus karvernosa dan satu korpus spongiosum sebagai pembungkus saluran uretra. Saluran uretra inilah yang menjadi jalur sperma keluar. Selanjutnya, di kepala penis atau glans penis terdapat ujung-ujung syaraf sensoris. Sementara pada kulit akar penis ditumbuhi rambut. 2. Skrotum Bagian alat reproduksi lainnya adalah skrotum, disebut juga kantong pelir. Skrotum pada pria berjumlah sepasang yang dipisah oleh septum internal. Pada skrotum terdapat otot dartos yang bisa membuat skrotum mengerut dan mengendur. Sementara itu, masing-masing skrotum terdapat testis. 3. Testis Testis berada di dalam kantong skrotum. Fungsi testis sendiri dalam proses reproduksi pria adalah untuk memproduksi sperma. Selain itu, testis juga berguna untuk menghasilkan hormon reproduksi pria atau testosteron. 4. Saluran Pengeluaran Bagian alat reproduksi pria yang terakhir adalah saluran pengeluaran, yang terdiri dari saluran epididimis, saluran vas deferens, saluran ejakulasi, dan saluran uretra. Saluran epididimis berguna sebagai tempat menyimpan sperma hingga sperma mengalami proses pematangan Kemudian, sperma yang sudah matang disalurkan ke vas deferens. Lalu, sperma keluar menuju saluran ejakulasi dan disemprotkan lewat saluran uretra. Selain jalur mengeluarkan cairan sperma, saluran uretra juga merupakan jalur untuk mengeluarkan urine. Bagaimana Cara Menjaga Kualitas Sperma? Sebagai seorang pria, penting untuk menjaga kualitas sperma agar tetap sehat. Sperma yang sehat masih berhubungan dengan kesehatan tubuh. Berikut ini beberapa tips untuk menjaga dan meningkatkan kualitas sperma yang wajib diketahui, dikutip dari Alodokter 1. Konsumsi Vitamin dan Mineral Ada beberapa jenis vitamin dan mineral dari makanan atau bisa lewat konsumsi suplemen yang bisa membuat kualitas sperma kamu tetap sehat. Salah satunya adalah vitamin D dan zinc. Dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D dan zinc, bisa memperbaiki pergerakan sperma dan menambah jumlahnya. Contoh makanan yang mengandung zinc, yaitu daging, produk olahan susu, kerang, sereal, dan roti. Lalu, vitamin D bisa kamu peroleh dengan berjemur di bawah sinar matahari di pagi hari. Vitamin D juga bisa dijumpai pada ikan, daging merah, kuning telur, dan hati. 2. Menjaga Asupan Nutrisi Makan makanan sehat dan bernutrisi juga bisa meningkatkan kualitas sperma. Pastikan setiap harinya kamu tetap mengonsumsi buah dan sayur secara seimbang. Kamu juga bisa makan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti beras merah, kentang, sereal, dan gandum. Nutrisi yang harus dipenuhi lainnya agar kualitas sperma tetap terjaga, yaitu vitamin, serat, mineral, dan protein. Makan protein dalam jumlah tinggi serta omega-3, seperti ikan, telur, dan daging merah juga bisa membantu meningkatkan kualitas sperma. Protein adalah bahan utama membentuk sel dalam tubuh termasuk sel-sel yang membantu proses spermatogenesis. 3. Pola Hidup Sehat Tak hanya memperhatikan makanan yang dikonsumsi saja. Cara meningkatkan kualitas sperma bisa dengan menjaga pola hidup agar tetap sehat, seperti berolahraga secara rutin, menjaga berat badan agar selalu ideal, menghindari hal-hal yang membuat stres, serta berhenti mengonsumsi alkohol, rokok, dan tidak menggunakan obat-obatan terlarang Banyak yang tidak tahu, menggunakan pakaian dalam yang ketat bisa mengurangi kualitas sperma, sehingga sebaiknya untuk menghindarinya agar sperma kamu tetap sehat. Beberapa penelitian menuliskan jika mandi air panas, meletakkan laptop atau alat elektronik lain di paha yang bisa meningkatkan suhu di sekitar alat reproduksi pria juga dapat menyebabkan produksi sperma melambat. Tak hanya mendapatkan sperma yang tetap berkualitas, dengan menjaga pola hidup sehat, kamu akan terhindar dari banyak penyakit berbahaya. Jadi, tidak ada salahnya untuk tetap menerapkan hidup sehat. 4. Konsumsi Suplemen Ada beberapa suplemen yang bisa membantu menjaga kualitas sperma, seperti D-aspartic acid D-AA. Suplemen tersebut mengandung asam amino yang bisa meningkatkan kadar testosteron Beberapa suplemen herbal, seperti ginseng, rujak polo, dan akar maca juga dipercaya bisa meningkatkan kualitas sperma pada pria. Harus diingat bila suplemen-suplemen herbal yang dipercaya bisa meningkatkan kualitas sperma masih perlu diteliti lebih lanjut. Apakah kamu sudah jauh lebih paham mengenai proses spermatogenesis? Apabila kamu ingin mendapatkan pembahasan yang lebih lanjut terkait materi spermatogenesis atau pelajaran sekolah lainnya, bergabunglah bersama Bimbel Online Quipper Video Berikutini skema pergiliran keturunan pada tumbuhan paku spora 1 2 3 spermatozoid seltelur 4 tumbuhan paku sporofil Nomor 1, 2, 3 dan 4 adalah pada oogenesis hanya terjadi pembelahan Meiosis E. proses spermatogenesis terbatas (akan terhenti pada usia tertentu) sedangkan oogenesis tak Terbatas Skemaberikut berkaitan dengan proses fermentasi yang terjadi dengan bantuan bakteri. Komponen X dan Y yang tepat untuk kegiatan tersebut adalah A. Glukosa dan etanol B. Glukosa dan asam asetat C. Glukosa dan asam laktat D. Glukosa dan asetaldehid E. Glukosa dan asetil Ko A 24. Spermatogenesismerupakan proses pembentukan spermatozoa. Proses ini dimulai dengan sel benih primitif, yaitu spermatogonium. Pada saat terjadinya perkembangan sel kelamin, sel ini mulai mengalami mitosis, dan menghasilkan generasi sel-sel yang baru. Sel-sel yang baru dibentuk dapat mengikuti satu dari dua jalur.

Oogenesisyaitu proses pembentukan ovum. Gametogenesis terdiri atas 4 tahap sebagai berikut : 1. Tahap perbanyakan (proliferasi), dimana gametagonium akan membelah secara mitosis berulang-ulang. 2. Tahap pertumbuhan, dimana gametagonium ini akan tumbuh menjadi gametosit I. 3.

Lengkapilahskema proses spermatogenesis berikut ini ! Spermatogonium.. Spermatosit Primer.. Meiosis tahap I. Spermatosit Sekunder.. Meiosis tahap II. Spermatid.. Berdiferensiasi. Spermatozoa.. Itulah urutan pembentukan sel-sel sperma dari sel induk menjadi sel sperma yang matang / spermatozoa. Semuatahapan spermatogenesis terjadi di dalam testis dan berlangsung terus-menerus selama pria hidup. Spermatogenesis menghasilkan satu spermatosit, yaitu sel sperma tahap awal yang nantinya akan membelah kembali dan menghasilkan 4 sperma dengan ukuran yang lebih kecil. Proses ini terjadi di tubulus seminiferus. Spermatogenesisadalah proses pembentukan sel sperma di dalam testis pria. Spermatogenesis sendiri berasal dari kata 'spermato' yang memiliki arti benih dan 'genesis' yang berarti pembelahan. Sel sperma diproduksi pada bagian tubulus seminiferus di dalam testis. MuNe8F.
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/745
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/152
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/483
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/694
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/260
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/942
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/388
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/180
  • skema proses spermatogenesis berikut ini