Tak kenal maka tak sayang, busi mati modar kowe di jalan bor. Ternyata busi motor juga membutuhkan perawatan yang rutin nih. Karena jika busi motor rusak maka bisa dipastikan motor akan mogok atau tidak bisa hidup secara normal. Busi pada motor adalah parts yang paling vital, perkembangan jenis busi dari tahun-ketahun mengalami peningkatan teknologi. Seiring berkembangnya teknologi sepeda motor yang sangat canggih, macam-macam busi pun beraneka ragam, ada tipe busi standar dan busi racing dll. BACA JUGA Fakta Akibat Salah Pakai Jenis Busi, Mesin Rusak dan Mati Cara kerja busi mungkin terlihat sepele, tetapi kerja dari busi motor terbaik sangatlah berat bro. Temperatur pada elektroda busi pada saat langkah pembakaran bisa mencapai suhu hingga 2000 derajat celcius. Setidaknya ada 5 macam jenis busi yang beredar di toko onderdil dan paling sering digunakan pada berbagai jenis motor. Tiap-tiap jenis busi memiliki spesifikasi dan performa yang berbeda untuk disesuaikan dengan tiap jenis motor. Berikut MOTOR Plus kasih pengetahuan tentang 5 macam jenis busi motor.
- Kendati bentuknya kecil, busi punya peran penting di sistem pengapian motor kita. Fungsinya untuk memicu ledakkan di ruang bakar, hasil campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi. Seiring perkembangan teknologi motor yang kian canggih, busi atau spark plug pun ikut berkembang menjadi beberapa jenis. Mulai tipe busi standar, hingga busi racing. Ada apa saja? Berikut jelaskan 5 macam busi yang beredar di toko onderdil maupun bengkel-bengkel motor. 1. Busi StandarSesuai namanya, busi ini merupakan busi bawaan motor asli dari pabrikan. Busi ini rata-rata memiliki ukuran diameter center electrode 2,5 mm. Bagian ujung elektrodanya terbuat dari nikel. Soal ketahanannya, bisa mencapai 20 ribu km, tergantung pemakaian kendaraan. "Keuntungan pakai busi standar, performanya stabil, kualitas OEM, dan mudah mencarinya karena busi standar hampir semua kendaraan," ujar Diko Oktaviano, Technical SupportPT NGK Busi Indonesia, kepada baru-baru ini. BACA JUGA Ganti Filter Udara Yamaha NMAX, Cuma Modal Obeng Plus Sob2. Busi ResistorBusi tipe ini merupakan jenis yang sering mengecoh konsumen karena memiliki logo 'R' latin dengan font membuat banyak pengendara motor yang terkecoh mengira busi huruf R tersebut berarti resistor digunakan untuk melindungi perangkat elektronik digital, berupa speedometer dan lainnya."NGK merekomendasikan penggunaan busi resistor untuk motor yang sudah terpasang on-board unit atau sistem ECU pada mesinnya," saran Diko. 3. Busi Platinum Disebut busi platinum, karena ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari platinum, sehingga pengaruh panas ke metal platinum lebih kecil. Umur busi ini bisa mencapai 30 ribu km dengan memiliki diameter center elektroda 0,5 mm- 0,8 mm. "Di NGK dinamakan busi Platinum GPower. Kelebihan busi ini, api lebih cepat membesar, lebih responsif, durabilitas tinggi, dan efisien bahan bakar," yakin Diko. BACA JUGA Motor Kamu Tidak Sengaja Terisi Solar? Begini Solusinya4. Busi IridiumBusi Iridium umumnya sering digunakan oleh para mekanik untuk mesin balap. Busi Racing ini memiliki ujung elektroda yang terbuat dari nikel dan center elektroda terbuat dari iridium alloy berwarna platinum buram. Besarnya diameter elektroda busi iridium terbaik antara 0,6 mm hingga 0,8 mm. Sedang untuk masa pakainya bisa mencapai 40 ribu km. 5. Busi Racing Sesuai namanya, busi racing didesain dan dipersiapkan dengan bahan yang tahan kompresi tinggi serta temperatur mesin yang tinggi. "Busi jenis ini dirancang untuk mesin yang membutuhkan tingkat panas yang tinggi, dengan karakteristik pengapian dan akselerasi yang sangat baik," pungkas Diko. Busi Racing memiliki diameter center elektroda yang relatif kecil meruncing macam jarum. Namun umur busi racing ini relatif pendek yaitu antara 20 ribu km hingga 30 ribu km. Harga busi racing ini lebih mahal dari harga busi lainya, karena busi racing ini khusus untuk mesin full modifikasi. Nah, itulah pengetahuan mengenai 5 macam jenis busi motor sob. Kamu pakai yang mana? Tentu harus sesuaikan dengan kebutuhannya.
Busimotor memang salah satu part pada motor sangat penting sekali akan kinerja motor, terutama untuk sistem pembakaran. Karena pada dasarnya fungsi busi sebagai media untuk menghasilkan percikan api, dimana nantinya akan terjadi yang namanya pembakaran didalam mesin untuk menghasilkan tenaga. 4 Macam Macam Pegas Suspensi : KelebihanJAKARTA - Sebagus atau sekencang apapun motor Anda tanpa busi niscaya motor Anda akan bagus atau kencang. Pasalnya busi adalah suatu suku cadang pada sepeda motor yang dipasang pada mesin pembakaran dalam dengan ujung elektroda pada ruang kegunaannya yang cukup vital pada sepeda motor, pemakaian busi yang tepat akan mempengaruhi performa mesin yang lebih itu Sindonews dengan mungorek dari berbagai sumber memberikan info mengenai jenis-jenis busi sepeda motor yang wajib kita kenali lebih dulu sebelum membeli dan mengaplikasikannya pada motor itu kenali lebih dulu jenis busi yang akan digunakan sebelum membelinya Busi Standar, merupakan busi bawaan motor dari pabrikan. Bahan ujung elektroda dari nikel dan diameter center electrode rata-rata 2,5 mm. Jarak pemakaian busi standar bisa mencapai 20 ribu km, ketika kondisi pembakaran normal dan tak dipengaruhi oleh faktor lain, seperti oli mesin dan konsumsi BBM yang Platinum, merupakan busi yang banyak disuka kaum bikers penyuka touring lantaran kemampuannya. Ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrode dari platinum, sehingga pengaruh panas ke metal platinum lebih kecil. Diameter center electrode 0,6 mm - 0,8 mm dan jangan heran, karena umur busi bisa mencapai 30 ribu Iridium, merupakan jenis busi yang bisa dikatakan semi kompetisi, ramai diaplikasi tuner buat mesin non standar. Ciri khasnya ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electroda dari iridium alloy, warna platinum buram. Diameter center electroda 0,6 mm - 0,8 mm. Umur busi berkisar 50 ribu hingga 70 ribu km. Jenis busi ini cocok buat mesin motor besar diatas 150 Racing, sesuai namanya busi ini didesain dan dipersiapkan dengan bahan yang tahan terhadap kompresi tinggi serta temperatur mesin yang tinggi dan dipersiapkan untuk mampu mengimbangi pemakaian full throttle dan deceleration. Busi racing tidak sama dengan busi Iridium. Diameter center electroda pun relatif kecil meruncing macam jarum. Umur busi relatif pendek antara 20 ribu km hingga 30 ribu Resistor, jenis busi ini sering mengecoh konsumen, logo R latin dengan font miring banyak yang mengira artinya racing. Sebenarnya R itu artinya resistor. Busi ini dipakai untuk melindungi perangkat elektronik digital, berupa speedometer dan lainnya. Maka busi cocok sebagai perlindungan perangkat elektronik digital motor. Cara Kerja Busi Busi Gunanya untuk membakar bensin yang telah dikompres oleh piston. Busi menghasilkan percikan berupa percikan elektrik yang pada prinsipnya mirip dengan halilintar atau petir kerja busi sendiri adalahMesin pembakaran internal dapat dibagi menjadi mesin dengan percikan, yang memerlukan busi untuk memercikkan campuran antara bensin dan udara, dan mesin kompresi mesin Diesel, yang tanpa percikan, mengkompresi campuran bensin dan udara sampai terjadi percikan dengan sendirinya jadi tidak memerlukan busi.Busi tersambung ke tegangan yang besarnya ribuan Volt yang dihasilkan oleh koil pengapian ignition coil. Tegangan listrik dari koil pengapian menghasilkan beda tegangan antara elektroda di bagian tengah busi dengan yang di bagian samping. Arus tidak dapat mengalir karena bensin dan udara yang ada di celah merupakan isolator, namun semakin besar beda tegangan, struktur gas di antara kedua elektroda tersebut berubah. Pada saat tegangan melebihi kekuatan dielektrik daripada gas yang ada, gas-gas tersebut mengalami proses ionisasi dan yang tadinya bersifat insulator, berubah menjadi ini terjadi, arus elektron dapat mengalir, dan dengan mengalirnya elektron, suhu di celah percikan busi naik drastis, sampai K. Suhu yang sangat tinggi ini membuat gas yang terionisasi untuk memuai dengan cepat, seperti ledakan kecil. Inilah percikan busi, yang pada prinsipnya mirip dengan halilintar atau petir busi yang tepat pada mesin sepeda motor akan memberikan performa mesin yang lebih baik, walaupun dalam pemakaiannya kita masih harus memperhatikan beberapa faktor lain seperti kondisi suhu lingkungan, tempat mesin atau lokasi sepeda motor berada.wbs
Busi yang berasal dari bahasa Belanda, Bougie adalah salah satu komponen penting yang dipasang dalam chamber untuk proses pembakaran. Busi motor berperan sebagai pemantik untuk membakar campuran bensin – udara yang telah dikompres oleh piston. Bagian elektroda yang dihubungkan dengan kabel koil akan menciptakan percikan listrik sesuai input yang diterima dari pulser. Sebagai konduktor, elektroda lah yang menentukan kualitas hantaran listrik tergantung penggunaan material berdasar jenis businya. Tapi, jenis elektroda ini bermacam-macam sehingga akan menghasilkan performa yang berbeda pula pada tiap mesin. So, pastikan dulu busi apa yang bakal cocok sama spek motor kalian. Mengenal Komponen Pada Busi Motor Mengenal Komponen Bagian Dalam Busi Busi mampu memercikkan api dengan muatan tegangan hingga ribuan Volt yang dihasilkan oleh koil pengapian ignition coil. Munculnya percikan listrik dari busi disebabkan adanya perbedaan tegangan antara elektrode dengan area ground di bagian samping. Semakin besar beda tegangan, struktur partikel gas BBM dan oksigen di antara elektrode dan ground tersebut akan berubah. Pada saat tegangan melebihi kekuatan dielektrik daripada gas yang ada, gas-gas tersebut mengalami proses ionisasi yang mengubah konduktor. Setelah proses ini terjadi, elektron pun dapat mengalir, sehingga celah tempat percikan busi meningkat drastis hingga K. Suhu yang sangat tinggi ini membuat gas dalam ruang bakar terionisasi dan memuai dengan cepat, seperti ledakan kecil. Jenis Busi Berdasar Spesifikasi 1. Busi Standar Biasa diaplikasikan oleh setiap kendaraan yang ditetapkan pabrikan atau manufaktur. Bahan keseluruhan elektrodanya terbuat dari material logam nikel yang memiliki diameter center electrode rata-rata 2,5 mm. Usia pemakaian busi standar bisa sampai 20 ribu Km dengan kondisi pembakaran normal. Elektroda bermaterial nikel ini memiliki cost produksi yang paling ekonomis dibanding jenis material elektroda lainnya. Oleh karena itu harga jualnya pun terbilang sangat murah. 2. Material Elektrode Platinum Jenis ini umumnya disukai bikers penyuka touring, lantaran performa, durabilitas serta harganya yang masuk akal. Ujung elektroda yang terbuat dari nikel dan center electrode dari platinum, membuat induksi panas ke metal platinum lebih kecil. Diameter center electrode-nya pun hanya 0,6 mm – 0,8 mm dan jangan heran jika umurnya dapat bertahan hingga 30 ribu Km. Banyak orang mempercayai jika dengan ujung yang mengerucut tajam memiliki kemampuan melepas elektron lebih cepat. 3. Penambahan Komponen Resistor Busi yang sering mengecoh konsumen dengan logo R latin-nya yang menimbulkan asumsi yang berarti racing dongkrak power. Namun sebenarnya, huruf R tersebut merupakan akronim dari resistor. Fungsi resistor ini digunakan untuk melindungi perangkat elektronik digital, salah satunya speedometer agar tidak terpengaruh gelombang elektro dari busi. Oleh karena itu, komponen ber-kode R ini biasa digunakan pada motor yang berbasis injeksi sebagai perlindungan perangkat elektronik digital motor. Baca juga Oktan Bensin Angka RON Yang Sesuai Kompresi Mesin Itu Penting! 4. Busi Iridium Mesin bore up memerlukan api busi yang kuat untuk mengimbangi kompresi Yang satu ini memiliki performa yang lebih bagus daripada jenis standar. Ramai diaplikasi para tuner untuk mesin motor korekan non standar. Jenis ini memiliki ciri khas berupa ujung elektroda berwarna platinum buram yang terbuat dari nikel dan center electrode dari iridium alloy berdiameter 0,6 mm – 0,8 mm. Dan umur “pemantik” ini mencapai 50 ribu hingga 70 ribu Kilometer. 5. Khusus Racing Jenis ini memiliki desain dan meterial super konduktor yang tahan terhadap kompresi serta temperatur mesin yang tinggi pula. Dan memang diciptakan untuk “disiksa” habis-habisan untuk mengimbangi pemakaian full throttle dan deceleration. Berbeda dengan jenis Iridium, diameter center electroda relatif kecil meruncing macam jarum. Umur busi juga relatif pendek sekitar 20 ribu hingga 30 ribu Km. Durabilitas yang jauh lebih singkat dari jenis lainnya karena memang dikhususkan untuk balap. Baca juga [TIPS] Merawat Busi Agar Tak Rusak Lebih Cepat, Jangan Lakukan Hal Ini! Apapun jenis yang akan kalian gunakan, api dan suhu busi harus bisa mencegah pembakaran dini dan suhu kerja yang tinggi supaya mencegah timbulnya kerak. Beberapa produsen memproduksi beberapa tipe dengan karakter busi yang bermacam-macam. Kalau motor kalian masih standar, bisa pakai busi seperti bawaan motor atau maksimal platinum. Beda halnya sama mesin yang sudah bore up, kalian boleh pakai busi jenis platinum atau iridium. Dan yang paling penting, motor injeksi harus memakai busi yang memiliki Resistor.
MOTOR Plus-online - Serupa tapi tak sama, inilah perbedaan berbagai jenis busi yang beredar di pasaran. Busi merupakan salah satu komponen penting buat motor, karena tanpa busi motor pasti tidak bisa di hidupkan. Karena fungsi busi adalah pematik api untuk pembakaran pada semua jenis motor. Busi mempunyai jenis yang bermacam-macam tergantung pada harga nya. Mulai dari busi standart bawaan pabrik, busi racing sampai ada juga busi iridium. Yang pertama adalah busi standar biasanya dibuat pabrikan terbuat dari logam tembaga. Busi ini tidak memiliki keunggulan tertentu untuk berakselerasi. Hal tersebut karena kemampuan kerjanya sudah disetting dengan kebutuhan rata-rata kendaraan tiap harinya. Ujung inti elektroda busi ini berbentuk batang kecil yang terbuat dari tembaga. Baca Juga Busi Motor Bisa Kadaluarsa Enggak Sih? Nih Simak Penjelasan dari AhliBanyaknyamacam dan merk busi membuat bingung seseorang untuk memilih busi mana yang tepat untuk meningkatkan performa mesin. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan 8 busi terhadap percikan bunga api dan kinerja motor Honda Kharisma 125 cc. Untuk mengetahui pengaruh pada masing-masing busi tersebut perlu dilakukan pengujian.
Ada beberapa jenis busi motor di pasaran. Perbedaannya terletak pada material yang digunakan. Pengaruhnya adalah ketahanan dan performa yang lebih baik. Tiap-tiap jenis busi tersebut juga disesuaikan penggunaan dengan kebutuhan mesin motor. Di pasaran ada yang namanya busi standar sampai busi racing. Perbedaan paling mencolok memang terlihat pada elektroda yang digunakan. Semakin bagus bahan yang digunakan, semakin lama daya tahan jenis busi motor tersebut. Jenis busi motor Selain dari elektrodanya, ada juga penambahan material agar busi aman digunakan pada motor modern yang memiliki banyak sensor. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan jenis busi motor yang tersedia di pasaran; 1. Busi standar Jenis busi motor Jenis busi ini adalah busi yang menjadi bawaan motor. Busi standar umumnya menggunakan elektroda yang terbuat dari nikel dengan ukuran diameter 2,5 mm. Ketahanan busi standar ini juga menjanjikan karena bisa digunakan hingga 20 ribu km. Bahkan dalam banyak kasus, tak sedikit pemilik roda dua yang masih tetap menggunakannya lebih dari 20 ribu km. Busi standar mudah ditemui di banyak toko spare part maupun bengkel. Harganya juga sangat terjangkau dan tersedia dengan beberapa merek. Meski murah, busi standar dikenal dengan performanya yang stabil dan mampu bertahan lama dengan penggunaan normal. Baca juga Awas Ketipu! Ini 5 Perbedaan Busi Asli dan Palsu 2. Busi dengan resistor Jenis busi motor Jenis busi ini biasanya menggunakan embel-embel “R” dengan huruf yang dimiringkan. Tapi jangan salah, huruf tersebut bukan merujuk pada kata “Racing” melainkan berarti Resistor. Pasalnya tak sedikit pemilik roda dua yang menganggapnya sebagai busi racing. Kegunaan resistor sendiri bertujuan untuk melindungi komponen elektronik yang biasanya tersedia pada motor-motor modern. Penggunaan busi dengan resistor direkomendasikan untuk motor yang telah menggunakan ECU, speedometer digital, maupun komponen elektronik lainnya. 3. Busi platinum Jenis busi motor Pembeda busi platinum dengan busi standar ada pada bahan elektroda yang digunakan. Sesuai namanya, busi platinum menggunakan bahan platinum. Diameternya juga kecil, berkisar antara 0,5-0,8 mm saja. Ketahanan jenis busi motor dengan elektroda platinum bisa sampai 30 ribu km. Keuntungan penggunaan bahan platinum adalah pengaruh panas yang lebih kecil ke elektroda, sehingga durabilitas lebih baik. Selain itu busi platinum juga diklaim memiliki percik api yang lebih cepat membesar dan lebih responsif, sehingg efisien bahan bakar. Baca juga Koil Motor Adalah? Ini 3 Fakta Koil Motor yang Harus Kamu Tahu 4. Busi iridium Jenis busi motor Jenis busi ini yang paling sering dipilih pemilik motor dengan performa tinggi. Busi iridium menggunakan bahan iridium alloy pada bagian elektroda. Berwarna seperti platinum buram, ukuran diameternya berkisar 0,6-0,8 mm. Karena ketahanannya yang cukup tinggi, usia pakai busi iridium juga lebih lama hingga 40 ribu km. Namun harga busi iridium memang cenderung mahal, sehingga lebih digemari oleh pemilik motor yang menyukai kecepatan. Baca juga 3 Cara Mudah Deteksi Koil Motor yang Rusak 5. Busi racing Jenis busi motor Penggunaan busi racing yang sesungguhnya sangat berbeda dengan busi pada umumnya. Busi racing ini sejatinya hanya ditujukan untuk arena balap. Pasalnya bahan yang digunakan tahan kompresi dan temperatur yang tinggi. Busi racing memiliki ukura elektroda yang sangat kecil hingga meruncing bagai jarum. Tapi karena untuk kebutuhan balap, daya tahan busi racing hanya berkisar 20-30 ribu km. Selain itu harga busi racing juga relatif mahal. Busi racing tidak direkomendasikan pada mesin motor standar karena lebih sulit mencapai temperatur optimal. Selain itu penggunaan busi racing pada motor standar juga akan membuat mesin lebih sulit dihidupkan. Jadi, mau pakai jenis busi motor yang mana untuk tunggangan kesayangan? Baca juga artikel terkait Otomotif atau tulisan menarik lainnya dari Yudhianto Thohirin.
BUSIhttp:/ NGK C7HSA : Rp. 3,000 BUSI NGK BP7H : Rp. 3.900 Kami adalah toko online yang menyediakan berbagai macam suku cadang/sparepart sepeda motor dengan harga bersaing dan kualitas yang terpercaya. Kami melayani pembelian secara grosir maupun retail. Memuat. GROSIR SPAREPART SEPEDAJakarta - Busi adalah salah satu komponen wajib yang ada dalam sebuah motor. Walaupun berukuran kecil, perannya sangatlah penting dalam fungsionalitas fungsi busi motor adalah sebagai pengolah tegangan listrik dari koil menjadi percikan api untuk proses pembakaran. Tanpa busi proses pembakaran tak maksimal dan mesin tidak bekerja optimal atau bahkan mustahil dapat pun memiliki berbagai pilihan tergantung jenisnya. Wahana Honda punya beberapa informasi seputar berbagai jenis busi yang tersedia di pasaran berdasarkan kegunaannya masing-masing. 1. Busi standarBusi standar merupakan bawaan dari pabrik produsen motor. Busi ini adalah yang paling sering atau banyak digunakan dan dijual di bengkel. Usia pakainya cukup beragam, mulai dari 10-20 ribu km untuk pemakaian normal. Lebih dari itu, busi akan bekerja kurang maksimal. Di mana hal ini dapat mempengaruhi motor Anda yang sulit untuk itu jika dirasa busi motor yang Anda gunakan sekarang sudah kurang prima. Sebaiknya segera diganti dengan yang baru daripada harus mengorbankan pengalaman Anda berkendara selama di jalan raya. Karena tak hanya akan susah dinyalakan, busi yang sudah usang juga dapat membuat motor mogok Busi iridiumBusi iridium biasa digunakan motor dengan mesin besar di atas 150. Jenis busi yang satu ini memiliki ujung elektroda yang terbuat dari bahan nikel. Sedangkan untuk bagian tengah atau center-nya terbuat dari iridium usia pakainya sendiri, jenis busi yang satu ini bisa digunakan untuk menempuh jarak 40-50 ribu kilometer. Lebih dari itu kinerjanya akan menurun perlahan sehingga harus segera satu kelebihan dari penggunaan jenis busi yang satu ini adalah dapat membantu mengurangi beban ketika sistem mesin menyala. Tegangan listrik dan percikan api yang dihasilkan pun akan keluar dalam porsi yang ideal sehingga proses pembakaran akan berjalan dengan lebih Busi racingSesuai namanya busi racing lebih direkomendasikan untuk motor yang digunakan dalam arena balap dan membutuhkan akselerasi maksimal bagi kendaraannya. Jenis busi racing dirancang khusus untuk tahan terhadap temperatur mesin yang tinggi. Meski demikian, usia pakai busi yang satu ini tergolong cukup singkat karena hanya berkisar antara 20-30 ribu kilometer dan harus diganti dari harganya, busi racing biasanya dibandrol dengan rentang harga yang cukup mahal jika dibandingkan dengan jenis busi yang lain. Karena memang jenis busi ini tidak diperuntukkan semua jenis motor. Melainkan hanya untuk motor berkapasitas mesin besar maupun yang full Busi platinumSelanjutnya ada jenis busi platinum yang juga sering disebut sebagai busi semi racing. Perbedaan yang terletak pada jenis busi ini dibanding yang lain ada pada ujung elektrodanya yang didesain agak dari komposisinya, busi platinum memiliki ujung elektroda yang terbuat dari nikel sedangkan bagian center-nya dari platinum. Sehingga pengaruh panas yang disalurkan ke busi tersebut jauh lebih kecil dibandingkan busi standar pada platinum memiliki kelebihan di mana api yang dihasilkan akan lebih cepat membesar, lebih responsif sekaligus memiliki durabilitas yang cukup tinggi. Bahkan juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Untuk usia pakainya sendiri, busi ini dapat digunakan hingga 30 ribu km. 5. Busi resistorTerakhir ada jenis busi yang bernama resistor. Biasanya memiliki logo huruf R di bagian busi tersebut. Secara umum, busi ini memiliki fungsi sebagai pelindung perangkat elektronik digital yang terpasang pada kendaraan dan ECU pada motor injeksi modern. Bisa berupa speedometer ataupun perangkat lain yang sering dipasang. Simak Video "Biar Awet! Ini Cara Merawat Motor Matik di Rumah" [GambasVideo 20detik] rip/rgr
Kasuslainnya bila memasang busi skutik untuk motor kopling. Pada dasarnya busi tidak bisa dibedakan dari jenis transmisinya, namun persoalan langkah, kubikasi dan juga teknologi. "Biasanya untuk cc macam motor sport busi lebih ramping buat maksimalkan pendinginan sekaligus membesarkan kubikasi," jelasnya, seraya menyatakan bukan berarti busi
sHqc6J.