Metodepenulisan dalam Jurnal Ilmiah Kualitatif sering sekali digunakan untuk memaparkan dan mendeskripsikan berbagai ragam sumber data, juga fakta penunjang yang sifatnya analistis. Gaya penulisan ini biasanya banyak digunakan dalam tugas akhir dan juga skripsi. Penelitian Kualitatif Secara Umum Untuk memahami jurnal ilmiah lebih mendalam, ada banyak perbedaan metode dalam penulisannya. Salah
TUGAS PERTEMUAN 1 Mata Kuliah Metode dan Teknik Penelitian Pendidikan Perbedaan pengertian Penelitian, Metode ilmiah, Metodologi Penelitian, dan Metode Penelitian. Referensi 1 METODE PENELITIAN Kuantitatif, Kualitatif dan R&D Sugiyono, 2015 Bahan Ajar Metode dan Teknik Penelitian Pendidikan. Penelitian pada hakikatnya merupakan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah. Metode ilmiah mengikuti proses identifikasi masalah, pengembangan hipotesis, melakukan observasi, menganalisis, dan kemudian menyimpulkannya. Metodologi penelitian adalah sebuah upaya sistematis dalam rangka pemecahan masalah yang dilakukan peneliti agar dapat menjawab permasalahan-permasalahan atau fenomena yang terjadi. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan Kegunaan tertentu. Referensi 2 PPT METTEKNIK PERTEMUAN 1,2 Proses yang berjalan secara terus menerus, penelitian tidak bersifat final dan bisa disempurnakan. Suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagai proses penemuan melalui pengamatan /penyelidikan yang bertujuan untuk mencari jawaban permasalahan. Kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan • a. rasional terjangkau dg penalaran manusia • b. empiris dilakukan dg cara dpt diamati dg indera manusia • c. sistematis menggunakan langkah-langkah yg bersifat logis a. Ilmu tentang kerangka kerja melaksanakan penelitian b. sekumpulan peraturan,kegiatan,dan prosedur yg harus dilakukan oleh pelaku suatu disiplin ilmu Secara umum diartikan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu Ada 4 kata kunci • cara ilmiah • data • tujuan • kegunaan Referensi 3 https//pakdosSoerjono Soekanto. Penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang Metode Ilmiah merupakan suatu proses keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan secara sistematis melalui Metodologi penelitian adalah seperangkat aturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh para pelaku disiplin. Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat Recommended for you Adapunbeberapa ciri-ciri metode ilmiah antara lain yakni: Bersifat ilmiah artinya penelitian bersifat rasional, di lakukan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan fakta yang di peroleh secara valid dan kebenarannya bersifat objektif. Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional Perbedaan Metode Ilmiah dengan Penelitian Ilmiah Metode ilmiah dan penelitian ilmiah, dua frase yang terkesan memiliki pengertian sama ini ternyata memiliki perbedaan satu sama lain. Ada dua 2 hal paling tidak, yang membedakan antara metode ilmiah dengan penelitian ilmiah. Perlu dimengerti bahwa setiap penelitian ilmiah harus menerapkan metode ilmiah, akan tetapi setiap metode ilmiah belum tentu penelitian ilmiah. Maksudnya begini, prinsip-prinsip yang digunakan dalam metode ilmiah digunakan pula dalam penelitian ilmiah. Adapun letak kedua perbedaan metode ilmiah dengan penelitian ilmiah, sebagaimana telah disebut di atas adalah 1 dalam hal rumusan masalah; dan 2 dalam hal cara kerja pemecahan masalah. Mari kita uraikan satu persatu. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam metode ilmiah dapat berupa masalah yang sangat sederhana atau masalah yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika hari hujan, salah satu sudut lantai kamar di rumah anda menjadi menjadi basah. Untuk menyelesaikan masalah sederhana ini anda tidak perlu melakukan penelitian ilmiah, cukup berpikirdengan menggunakan metode ilmiah. Sebaliknya dalam penelitian ilmiah rumusan masalah cukup kompleks sehingga membutuhkan kegiatan yang kompleks pula untuk menyelesaikan/ memecahkannya. Dalam penelitian ilmiah anda harus merancang instrumen untuk mengumpulkan data dengan benar, menganalisis data, dsb. Melakukan penelitian ilmiah memerlukan waktu yang lebih lama, tidak cukup hanya satu atau dua hari saja sebagaimana anda memecahkan masalah sehari-hari yang sederhana melalui metode masalah penelitian ilmiah yang cukup kompleks misalnya Apa faktorfaktor yang menyebabkan terjadinya penurunan prestasi siswa-siswa kelas XA SMA SukaMoro? Untuk memecahkan masalah ini tidak dapat dilakukan secara sederhana melalui metode ilmiah, tetapi haruslah dengan penelitian ilmiah yang dalam pelaksanaannya tetap menerapkan prinsip-prinsip metode ilmiah. Cara Kerja Pemecahan Masalah Secara singkat pada paragraf sebelumnya tentang rumusan masalahpun kita sudah dapat memahami bahwa cara kerja dalam penelitian ilmiah lebih kompleks dibanding cara kerja pada metode ilmiah. Selama melaksanakan penelitian ilmiah diperlukan ketekunan, kesabaran, ketelitian, dan keahlian khusus. Penelitian ilmiah dilakukan secara sadar, cermat dan sistematis mengenai subjek tertentu sehingga dapat mengungkapkan fakta-fakta, teori-teori, atau aplikasi-aplikasi. Penelitian ilmiah juga berkaitan dengan memperbaiki sesuatu yang sedang berjalan baik berupa fakta, teori atau kegiatan, dan tidak hanya mengungkap hal-hal yang bersifat baru. Penelitian ilmiah scientific research bukan hanya upaya yang dilakukan untuk pemuasan rasa ingin tahun, tetapi juga berkaitan dengan upaya untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan gejala-gejala sosial ataupun kebendaan alam. Langkah-Langkah Penelitian Ilmiah Proses pelaksanaan penelitian ilmiah terdiri dari langkah-langkah yang juga menerapkan prinsip metode ilmiah. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan selama melakukan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut 1. mengidentifikasi dan merumuskan masalah 2. melakukan studi pendahuluan 3. merumuskan hipotesis 4. mengidentifikasi variabel dan definisi operasional variabel 5. menentukan rancangan dan desain penelitian 6. menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian 7. menentukan subjek penelitian 8. melaksanakan penelitian 9. melakukan analisis data hasil penelitian dan pembahasan laporan penelitian dan melakukan desiminasi. Berikut kita bahas setiap langkah-langkah penelitian ilmiah scientific research itu, berikut ini. Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah Sebagaimana halnya dalam metode ilmiah, pada penelitian ilmiah juga harus berangkat dari adanya permasalahan yang ingin pecahkan. Sebelum melaksanakan penelitian ilmiah perlu dilakukan identifikasi masalah. Proses identifikasi masalah penting dilakukan agar rumusan masalah menjadi tajam dan sebagai bentuk data awal bahwa dalam penelitian ilmiah tersebut memang dibutuhkan pemecahan masalah melalui penelitian. Identifikasi masalah dirumuskan bersesuaian sebagaimana latar belakang masalah, berdasarkan fakta dan data yang ada di lapangan. Identifikasi masalah pada umumnya dirumuskan dalam bentuk kalimat deklaratif, sementara rumusan masalah ditulis dalam bentuk kalimat tanya berbentuk pertanyaan. Melakukan Studi Pendahuluan Di dalam penelitian ilmiah, perlu dilakukan sebuah studi pendahuluan. Peneliti dapat melakukannya dengan menelusuri dan memahami kajian pustaka untuk bahan penyusun landasan teori yang dibutuhkan untuk menyusun hipotesis maupun pembahasan hasil penelitian nantinya. Sebuah penelitian dikatakan bagus apabila didasarkan pada landasan teori yang kukuh dan relevan. Banyak teori yang bersesuaian dengan penelitian, namun ternyata kurang relevan. Oleh karenanya, perlu dilakukan usaha memilah-milah teori yang sesuai. Selain itu studi pendahuluan yang dilakukan peneliti melalui pengkajian kepustakaan akan dapat membuat penelitian lebih fokus pada masalah yang diteliti sehingga dapat memudahkan penentuan data apa yang nantinya akan dibutuhkan. Merumuskan Hipotesis Hipotesis perlu dirumuskan dalam sebuah penelitian ilmiah, lebih-lebih penelitian kuantitatif. Dengan menyatakan hipotesis, maka penelitian ilmiah yang dilakukan peneliti akan lebih fokus terhadap masalah yang diangkat. Selain itu dengan rumusan hipotesis, seorang peneliti tidak perlu lagi direpotkan dengan data-data yang seharusnya tidak dibutuhkannya, karena data yang diambilnya melalui instrumen penelitian hanyalah data-data yang berkaitan langsung dengan hipotesis. Data-data ini sajalah yang nantinya akan dianalisis. Hipotesis erat kaitannya dengan anggapan dasar. Anggapan dasar merupakan kesimpulan yang kebenarannya mutlak sehingga ketika seseorang membaca suatu anggapan dasar, tidak lagi meragukan kebenarannya. Mengidentifikasi Variabel dan Definisi Operasional Variabel Sebuah variabel dalam penelitian ilmiah adalah fenomena yang akan atau tidak akan terjadi sebagai akibat adanya fenomena lain. Variabel penelitian sangat perlu ditentukan agar masalah yang diangkat dalam sebuah penelitian ilmiah menjadi jelas dan terukur. Dalam tahap selanjutnya, setelah variabel penelitian ditentukan, maka peneliti perlu membuat definisi operasional variabel itu sesuai dengan maksud atau tujuan penelitian. Definisi operasional variabel adalah definisi khusus yang dirumuskan sendiri oleh peneliti. Definisi operasional tidak sama dengan definisi konseptual yang didasarkan pada teori tertentu. Menentukan Rancangan atau Desain Penelitian Rancangan penelitian sering pula disebut sebagai desain penelitian. Rancangan penelitian merupakan prosedur atau langkah-langkah aplikatif penelitian yang berguna sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian ilmiah bagi si peneliti yang bersangkutan. Rancangan penelitian harus ditetapkan secara terbuka sehingga orang lain dapat mengulang prosedur yang dilakukan untuk membuktikan kebenaran penelitian ilmiah yang telah dilakukan peneliti. Menentukan dan Mengembangkan Instrumen Penelitian Apakah yang dimaksud dengan instrumen penelitian? Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya. Beragam alat dan teknik pengumpulan data yang dapat dipilih sesuai dengan tujuan dan jenis penelitian ilmiah yang dilakukan. Setiap bentuk dan jenis instrumen penelitian memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Karena itu sebelum menentukan dan mengembangkan instrumen penelitian, perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Salah satu kriteria pertimbangan yang dapat dipakai untuk menentukan instrumen penelitian adalah kesesuaiannya dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan. Tidak semua alat atau instrumen pengumpul data cocok digunakan untuk penelitian-penelitian tertentu. Menentukan Subjek Penelitian Orang yang terlibat dalam penelitian ilmiah dan berperan sebagai sumber data disebut subjek penelitian. Seringkali subjek penelitian berkaitan dengan populasi dan sampel penelitian. Apabila penelitian ilmiah yang dilakukan menggunakan sampel penelitian dalam sebuah populasi penelitian, maka peneliti harus berhatihati dalam menentukannya. Hal ini dikarenakan, penelitian yang menggunakan sampel sebagai subjek penelitian akan menyimpulkan hasil penelitian yang berlaku umum terhadap seluruh populasi, walaupun data yang diambil hanya merupakan sampel yang jumlah jauh lebih kecil dari populasi penelitian. Pengambilan sampel penelitian yang salah akan mengarahkan peneliti kepada kesimpulan yang salah yang dipilih harus merepsentasikan populasi penelitian. Melaksanakan Penelitian Pelaksanaan penelitian adalah proses pengumpulan data sesuai dengan desain atau rancangan penelitian yang telah dibuat. Pelaksanaan penelitian harus dilakukan secara cermat dan hati-hati karena kan berhubungan dengan data yang dikumpulkan, keabsahan dan kebenaran data penelitian tentu saja akan menentukan kualitas penelitian yang peneliti saat berada di lapangan dalam melaksanakan penelitiannya terkecoh oleh beragam data yang sekilas semuanya tampak penting dan berharga. Peneliti harus fokus pada pemecahan masalah yang telah dirumuskannya dengan mengacu pengambilan data berdasarkan instrumen penelitian yang telah dibuatnya secara ketat. Berdasarkan cara pengambilan data terhadap subjek penelitian, data dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu data langsung dan data tidak langsung. Data langsung adalah data yang diperoleh secara langsung oleh peneliti dari sumber data subjek penelitian, sementara data tidak langsung adalah data yang diperoleh peneliti tanpa berhubungan secara langsung dengan subjek penelitian yaitu melalui penggunaan media tertentu misalnya wawancara menggunakan telepon, dan sebagainya. Melakukan Analisis Data Beragam data yang terkumpul saat peneliti melaksanakan penelitian ilmiahnya tidak akan mempunyai kana apapun sebelum dilakukan analisis. Ada beragam alat yang dapat digunakan untuk melakukan analisis data, bergantung pada jenis data itu sendiri. Bila penelitian ilmiah yang dilakukan bersifat kuantitatif, maka jenis data akan bersifat kuantitatif juga. Bila penelitian bersifat kualitatif, maka data yang diperoleh akan bersifat kualitatif dan selanjutnya perlu diolah menjadi data kuantitatif. Untuk itu perlu digunakan statistik dalam pengolahan dan analisis data. Merumuskan Hasil Penelitian dan Pembahasan Pada hakekatnya merumuskan hasil penelitian dan melakukan pembahasan adalah kegiatan menjawab pertanyaan atau rumusan masalah penelitian, sesuai dengan hasil analisis data yang telah dilakukan. Pada saat melakukan pembahasan, berarti peneliti melakukan interpretasi dan diskusi hasil penelitian dan pemabahasannya merupakan inti dari sebuah penelitian penelitian ilmiah dengan pengajuan hipotesis, maka pada langkah inilah hipotesis itu dinyatakan diterima atau ditolak dan dibahas mengapa diterima atau ditolak. Bila hasil penelitian mendukung atau menolak suatu prinsip atau teori, maka dibahas pula mengapa demikian. Pembahasan penelitian harus dikembalikan kepada teori yang menjadi sandaran penelitian ilmiah yang telah dilakukan. Menyusun Laporan Penelitian dan Melakukan Desiminasi Seorang peneliti yang telah melakukan penelitian ilmiah wajib menyusun laporan hasil penelitiannya. Penyusunan laporan dan desiminasi hasil penelitian merupakan langkah terakhir dalam pelaksanaan penelitian ilmiah. Format laporan ilmiah seringkali telah dibakukan berdasarkan institusi atau pemberi sponsor di mana penelitia itu melakukannya. Desiminasi dapat dilakukan dalam bentuk seminar atau menuliskannya dalam jurnal-jurnal penelitian. Ini penting dilakukan agar hasil penelitian diketahui oleh masyarakat luas masyarakat ilmiah dan dapat dipergunakan bila diperlukan Agar lebih memudahkan dalam melakukan dan mamahami proses analisis percobaan bergalat tunggal Rancangan Acak Lengkap RAL dengan penggunan program SPSS, kita akan mengambil contoh pada analsis Contoh Soal dan Pembahasan RAL secara manual. Dengan demikian nanti anda juga dapat mlakukan perbandingan hasil yang diperoleh apabila analisis dilakukan secara manual dengan analisis yang dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS. Kali ini saya akan memberikan contoh penggunaan SPSS 15, tidak perlu khawatir apabila menggunakan versi yang lebih baru misal IBM, karena pada prinipnya prosedur analisis yang dilakukan sama saja. Berikut tahapan­tahapan analisisnya 1. Memasukkan data Buka aplikasi SPSS, pada saat loading intro selesai akan muncul dua buah jendela utama 1 SPSS Data Editor, yaitu jendela untuk pengimputan dan proses analisis data; dan 2 SPSS Viewer atau jendela yang anantinya ankan mengemluarkan hasil anaslisi output. Masuklah pada SPSS Data Editor, pada jendela ini kllik Variable View pada sisi kiri bawah jendela. Pada kolom "Name", isi dengan nama variabel Perlakuan, Ulangan dan Nilai­TBA sesuai dengan soal pada analisis secara manual. Pada kolom "Type" biarkan Numeric. Catatan apabila pada kolom perlakuan anda menggunakan kata bukan simpbol maka pillih String pada kolom ini. Pada kolom "Label" berilah nama sesuai dengan keinginan, pada contoh ini diberi label Level Asam Askorbat pada baris perlakuan. Pada kolom "Value" klik pada sisi kanan sel, akan muncul jendela Value Labels. Klik panah pada Values, selanjutnya akan muncul window Value Labels kemudian masukkan makna dari nilai 1 – 4 sesuai dengan jenis perlakuan. Ketik 1 pada Value, kemudian 0% pada Label, lalu klik Add, ulangi langkah tadi untuk 1, 2, dan 3%. Lalu klik OK. Perhatikan gambar berikut Pada kolom "measure" pilih Ordinal, sehingga tampilan Variable View yang akan diperoleh seperti gambar berikut Masuk pada sheet Data View, sekarang masukkan data sesuai dengan urutan perlakuan dan ulangan seperti gambar berikut 2. Analisis Setelah data tersusun dengan baik, selanjutnya analisis dapat dilakuan. Langkahnya sebagai berikut, klik Analize ­> Compare Means ­ > One­Way ANOVA.. Selanjutnya akan muncul jendela One­Wey ANOVA. Masukkan Level Asam Askorbat pada Factor dan Nilai TBA pada Dependent List Selanjutnya Klik Options, untuk menampilkan pilihan­pilihan tambahan informasi yang nantinya muncul pada Output. Pada jendela Option, pilih Descriptive, Homogenity of Variance test, Means Plot kemudian Kllik Continue. Saat kembali pada jendela One­Wey ANOVA, Klik OK untuk mengeluarkan Output hasil analisis. 3. Luaran output Interpretasi Output Output 1 Descriptives, merupakan output yang menyajikan deskripsi statistic data yang diteliti, meliputi banyak data N, rata­rata mean, standar deviasi SD, standar error SE, selang kepercayaan 95% terhadap rata­rata, nilai minimum dan maksimum. Output 2 Test of Homogeneity of variances, nilai Sig. yang lebih besar dari 0,05 Sig>0,05 menunjukkan bahwa variance data tidak berbeda secara nyata dengan demikian maka hipotesis 0 atau H0 ditolak sehingga memenuhi asumsi berdistribusi normal dan memenuhi syarat untuk penggunaan analisis varians. Output 3 table sidik ragam ANOVA, pada table ini terdapat nilai jumlah kuadrat Sum of Squares, derajat bebas df, kuadrat tengah Mean Square, F hitung F dan Signifikansi hasil analisis. Pada kolom pertama, Between Group merupakan perlakuan dan Within Group merupakan Galat. Berdasarkan nilai p­value Sig. pada table ANOVA diatas sebesar 0,005 yang lebih kecil dari 0,01 P Schluter(1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut: 1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian. 2. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan. 3. Membangun sebuah bibliografi. 4. Perbedaan Metode Ilmiah Dan Metode Penelitian – Metode ilmiah dan metode penelitian adalah dua cara yang berbeda untuk mencapai tujuan penelitian. Metode ilmiah adalah proses sistematis untuk melakukan penelitian yang didasarkan pada bukti empirik dan deduksi logis. Metode penelitian, di sisi lain, adalah proses mengumpulkan informasi yang dimulai dengan tujuan penelitian yang ditentukan. Meskipun kedua metode tersebut berbeda, ada beberapa kesamaan. Kedua metode memerlukan peneliti untuk mengidentifikasi hipotesis, melakukan pengumpulan data, dan membuat kesimpulan. Metode ilmiah dapat digunakan untuk mencari kebenaran dan menciptakan konsep baru. Hal ini dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip logis dan menguji hipotesis dengan mengumpulkan data dan melakukan eksperimen. Peneliti akan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis data untuk mengkonfirmasi atau membuktikan hipotesis. Data yang dihasilkan akan digunakan untuk mencari kebenaran dan menciptakan teori baru. Metode penelitian, di sisi lain, berkonsentrasi pada pengumpulan data dan informasi untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan tertentu. Peneliti akan menggunakan metode kualitatif, seperti wawancara dan observasi, atau metode kuantitatif, seperti survei, untuk mengumpulkan data. Informasi ini akan digunakan oleh peneliti untuk menyimpulkan jawaban untuk masalah yang ditentukan. Kedua metode penelitian ini memiliki perbedaan yang signifikan. Metode ilmiah difokuskan pada pencarian kebenaran dan menciptakan teori baru. Metode penelitian, di sisi lain, berkonsentrasi pada penyelesaian masalah dan pencapaian tujuan tertentu. Keduanya memerlukan peneliti untuk mengidentifikasi hipotesis, mengumpulkan data, dan membuat kesimpulan. Namun, metode yang digunakan untuk mengumpulkan data akan berbeda, dengan metode ilmiah yang menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif dan metode penelitian yang menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penjelasan Lengkap Perbedaan Metode Ilmiah Dan Metode Penelitian1. Metode ilmiah adalah proses sistematis untuk melakukan penelitian yang didasarkan pada bukti empirik dan deduksi logis. 2. Metode penelitian adalah proses mengumpulkan informasi yang dimulai dengan tujuan penelitian yang Metode ilmiah difokuskan pada pencarian kebenaran dan menciptakan teori Metode penelitian berkonsentrasi pada penyelesaian masalah dan pencapaian tujuan Metode ilmiah menggunakan analisis kuantitatif dan Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dan Kedua metode memerlukan peneliti untuk mengidentifikasi hipotesis, mengumpulkan data, dan membuat kesimpulan. Penjelasan Lengkap Perbedaan Metode Ilmiah Dan Metode Penelitian 1. Metode ilmiah adalah proses sistematis untuk melakukan penelitian yang didasarkan pada bukti empirik dan deduksi logis. Metode ilmiah adalah proses sistematis yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Proses ini didasarkan pada bukti empirik dan deduksi logis. Proses ini berfokus pada mencari keterangan tentang sifat, karakteristik, dan perilaku subjek yang diperiksa. Metode ilmiah ini juga merupakan pendekatan rasional dan objektif untuk mengumpulkan data dan menganalisisnya. Metode ilmiah mengintegrasikan beberapa langkah untuk mencapai tujuan penelitian. Langkah-langkah ini meliputi menentukan tujuan penelitian, menentukan hipotesis, mengumpulkan bukti empirik, menganalisis bukti empirik, menarik kesimpulan, dan mengkonfirmasi kesimpulan. Metode ini didasarkan pada fakta empirik. Untuk mengumpulkan bukti empirik, peneliti dapat menggunakan teknik penelitian seperti wawancara, tes, observasi, dan penelitian lapangan. Sedangkan, metode penelitian adalah pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan data dan menganalisisnya. Metode penelitian mencakup berbagai metode, seperti wawancara, tes, observasi, dan penelitian lapangan. Metode ini juga mencakup proses pengumpulan data, pengelompokkan data, analisis data, dan akumulasi hasil. Kedua metode ini berbeda satu sama lain, meskipun bisa disebut sebagai bagian dari satu proses. Metode ilmiah lebih berfokus pada mencari keterangan tentang sifat, karakteristik, dan perilaku subjek yang diperiksa, sementara metode penelitian lebih berfokus pada pengumpulan data, pengelompokkan data, analisis data, dan akumulasi hasil. Kedua metode ini memainkan peranan penting dalam proses penelitian. Metode ilmiah digunakan untuk mencari keterangan tentang sifat, karakteristik, dan perilaku subjek yang diperiksa. Metode penelitian digunakan untuk mengumpulkan data dan menganalisisnya. Namun, perbedaan utama antara kedua metode adalah bahwa metode ilmiah didasarkan pada bukti empirik dan deduksi logis, sementara metode penelitian didasarkan pada metode seperti wawancara, tes, observasi, dan penelitian lapangan. Selain itu, metode ilmiah berfokus pada menentukan hipotesis dan menarik kesimpulan, sedangkan metode penelitian berfokus pada pengumpulan data dan analisis data. Kesimpulannya, metode ilmiah adalah proses sistematis yang didasarkan pada bukti empirik dan deduksi logis. Metode ini berfokus pada mencari keterangan tentang sifat, karakteristik, dan perilaku subjek yang diperiksa. Metode penelitian adalah pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan data dan menganalisisnya. Perbedaan utama antara kedua metode adalah bahwa metode ilmiah didasarkan pada bukti empirik dan deduksi logis, sementara metode penelitian didasarkan pada metode seperti wawancara, tes, observasi, dan penelitian lapangan. 2. Metode penelitian adalah proses mengumpulkan informasi yang dimulai dengan tujuan penelitian yang ditentukan. Metode penelitian adalah suatu proses yang dimulai dengan tujuan penelitian yang ditentukan. Ini adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan menganalisisnya untuk membuat kesimpulan. Metode penelitian ini dapat digunakan untuk memecahkan masalah, menentukan hubungan antara variabel, memprediksi hasil atau menguji hipotesis. Metode penelitian dapat terbagi menjadi dua jenis yaitu metode ilmiah dan metode bukan ilmiah. Metode ilmiah adalah metode yang menggunakan pendekatan yang sistematis dan rasional untuk mengumpulkan data, memproses dan menganalisisnya. Metode ini juga menggunakan prosedur yang telah ditentukan secara khusus untuk memastikan bahwa data yang diperoleh dapat diandalkan dan dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan metode bukan ilmiah adalah metode yang menggunakan pendekatan yang tidak terstruktur untuk mengumpulkan data. Metode ini menggunakan pendekatan yang tidak terstruktur dan tidak ada prosedur atau pedoman yang telah ditentukan secara khusus untuk mengumpulkan data. Metode ini hanya menggunakan pendekatan yang bersifat subjektif untuk mengumpulkan data. Kedua metode ini memiliki beberapa perbedaan penting. Metode ilmiah menggunakan pendekatan yang terstruktur, sistematis dan rasional untuk mengumpulkan data, memproses dan menganalisisnya. Metode ini juga menggunakan prosedur yang telah ditentukan secara khusus untuk memastikan bahwa data yang diperoleh dapat diandalkan dan dapat dipertanggungjawabkan. Metode ini juga memiliki kemampuan untuk menguji hipotesis dan menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan metode bukan ilmiah menggunakan pendekatan yang tidak terstruktur untuk mengumpulkan data. Metode ini menggunakan pendekatan yang bersifat subjektif untuk mengumpulkan data. Metode ini tidak memiliki kemampuan untuk menguji hipotesis atau menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perbedaan utama antara metode ilmiah dan metode bukan ilmiah adalah cara untuk mengumpulkan data. Metode ilmiah menggunakan pendekatan yang sistematis, rasional dan terstruktur untuk mengumpulkan data. Sedangkan metode bukan ilmiah menggunakan pendekatan yang bersifat subjektif dan tidak terstruktur untuk mengumpulkan data. 3. Metode ilmiah difokuskan pada pencarian kebenaran dan menciptakan teori baru. Metode ilmiah adalah prosedur sistematik yang digunakan untuk membangun pengetahuan dan menemukan kebenaran. Metode ini bertujuan untuk menghasilkan konklusi yang dapat diuji secara empiris dan diyakini secara rasional. Metode ini mencakup sejumlah komponen yang saling berhubungan, termasuk observasi, hipotesis, percobaan, analisis data, dan teori. Metode ini digunakan di berbagai bidang, termasuk sains, matematika, filsafat, dan aplikasi teknis. Metode ilmiah berfokus pada pencarian kebenaran dan menciptakan teori baru. Tujuannya adalah untuk menguji hipotesis dan konklusi melalui pengamatan dan eksperimen. Proses ini dimulai dengan membuat observasi awal, mengidentifikasi hipotesis yang memuaskan, mengujinya melalui percobaan, menganalisis data dan menarik kesimpulan. Secara khusus, tujuan dari metode ilmiah adalah untuk menguji dan mengembangkan teori baru yang dapat digunakan untuk memahami dan menjelaskan fenomena alam. Metode ilmiah berbeda dengan metode penelitian lainnya karena metode ilmiah berfokus pada pencarian kebenaran melalui observasi, hipotesis, percobaan, analisis data, dan teori. Metode ilmiah juga ditujukan untuk menghasilkan konklusi yang dapat diuji secara empiris dan diyakini secara rasional. Metode ilmiah juga berbeda dari metode penelitian karena menggunakan berbagai teknik untuk menghasilkan hasil yang dapat dipercaya dan dapat digunakan untuk memahami fenomena alam. Metode ilmiah juga memiliki beberapa kelebihan dibanding metode penelitian lainnya. Metode ilmiah mengikuti prosedur yang sistematis dan memungkinkan hasilnya dapat diuji secara empiris. Metode ini juga mencakup berbagai teknik, seperti observasi, hipotesis, percobaan, analisis data, dan teori, yang dapat membantu dalam memahami fenomena alam. Oleh karena itu, metode ilmiah dapat digunakan untuk mengembangkan teori baru dan menciptakan pengetahuan baru. 4. Metode penelitian berkonsentrasi pada penyelesaian masalah dan pencapaian tujuan tertentu. Metode penelitian adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah. Metode penelitian bertujuan untuk menemukan informasi yang akurat dan relevan tentang suatu topik atau masalah. Metode ini dapat digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data dan menyimpulkan jawaban untuk persoalan yang diajukan. Metode penelitian berkonsentrasi pada penyelesaian masalah dan pencapaian tujuan tertentu. Metode penelitian dapat dibagi menjadi dua jenis metode ilmiah dan metode penelitian. Metode ilmiah adalah metode penelitian yang menggunakan prinsip-prinsip sains dan mengikuti proses yang ditentukan untuk mengumpulkan data dan menganalisisnya. Metode ilmiah bertujuan untuk menciptakan hipotesis yang dapat diuji dan disejajarkan dengan fakta yang dikumpulkan melalui pengamatan. Pada metode ini, peneliti harus mengikuti langkah-langkah yang ditentukan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh dapat dipercaya. Metode penelitian, di sisi lain, berkonsentrasi pada penyelesaian masalah dan pencapaian tujuan tertentu. Metode penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi masalah atau topik yang akan diteliti dan mengumpulkan data yang relevan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Metode penelitian biasanya lebih fleksibel daripada metode ilmiah dan dapat mengambil berbagai bentuk, termasuk wawancara, survei, dan observasi. Metode penelitian biasanya lebih bersifat kualitatif dan bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku, persepsi, atau sikap yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Kedua metode penelitian memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Metode ilmiah membutuhkan waktu yang lama untuk mengumpulkan dan menganalisis data, dan mengharuskan peneliti mengikuti proses yang teratur dan ketat. Metode penelitian, di sisi lain, lebih fleksibel dan dapat mengumpulkan banyak data dalam waktu singkat. Namun, data yang diperoleh melalui metode ini mungkin tidak selalu akurat dan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti subjektivitas dan bias. Kesimpulannya, metode ilmiah dan metode penelitian adalah dua metode penelitian yang berbeda. Metode ilmiah menggunakan prinsip-prinsip sains dan mengikuti proses yang ditentukan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Metode penelitian, di sisi lain, berkonsentrasi pada penyelesaian masalah dan pencapaian tujuan tertentu. Kedua metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang harus dipertimbangkan saat memilih metode penelitian yang tepat. 5. Metode ilmiah menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Metode ilmiah dan metode penelitian adalah dua cara yang berbeda untuk menyelidiki atau menganalisis sesuatu. Metode ilmiah menggunakan pendekatan yang sistematis dan logis untuk mencari kebenaran, sedangkan metode penelitian umumnya menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Perbedaan antara kedua metode ini dapat dilihat dari cara mereka menganalisis data dan informasi. Metode ilmiah menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis suatu masalah. Pendekatan kuantitatif menggunakan data dan informasi yang dapat diukur secara kuantitatif, seperti jumlah, rata-rata, standar deviasi, dan lain-lain. Pendekatan ini menekankan pada aspek kuantitatif dari masalah yang sedang diteliti. Pendekatan kualitatif, di sisi lain, menggunakan data dan informasi yang tidak dapat diukur secara kuantitatif, seperti deskripsi, persepsi, dan lain-lain. Pendekatan ini menekankan pada deskripsi dan pengertian yang lebih mendalam tentang masalah yang sedang diteliti. Metode ilmiah juga menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis data dan informasi yang telah dikumpulkan. Analisis kuantitatif bertujuan untuk mengukur dan menganalisis data secara kuantitatif. Misalnya, analisis kuantitatif dapat digunakan untuk mengukur korelasi antara dua variabel, mengukur tingkat konsistensi data, dan lain-lain. Analisis kualitatif, di sisi lain, bertujuan untuk menganalisis data dan informasi secara kualitatif. Analisis kualitatif memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah yang sedang diteliti dengan cara menganalisis subjek secara menyeluruh, membandingkan, dan mengkategorikan data. Kesimpulannya, metode ilmiah menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk menganalisis suatu masalah. Analisis kuantitatif bertujuan untuk mengukur dan menganalisis data secara kuantitatif, sementara analisis kualitatif bertujuan untuk menganalisis data dan informasi secara kualitatif. Dengan menggunakan kedua analisis ini bersama-sama, peneliti dapat mencapai solusi yang lebih komprehensif dan obyektif untuk masalah yang sedang diteliti. 6. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode penelitian adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan untuk menyimpulkan suatu hipotesis. Metode ini biasanya digunakan dalam ilmu pengetahuan, arkeologi, biologi, kedokteran, dan bidang ilmu lainnya. Metode penelitian dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data yang tidak dapat diukur secara kuantitatif. Metode ini menggunakan teknik pengumpulan data seperti wawancara, diskusi, observasi, dan pengamatan. Data yang diperoleh dari metode kualitatif biasanya dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Metode kualitatif lebih banyak digunakan dalam bidang sosial dan ilmu-ilmu kemanusiaan, seperti psikologi, antropologi, dan sosiologi. Metode kuantitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data yang dapat diukur secara kuantitatif. Metode ini menggunakan teknik pengumpulan data seperti penyebaran kuesioner, pengukuran, dan penggunaan data statistik. Data yang diperoleh dari metode kuantitatif biasanya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik. Metode kuantitatif lebih banyak digunakan dalam bidang yang berkaitan dengan fisika, matematika, dan ilmu-ilmu teknik, seperti teknologi informasi, teknik mesin, dan teknik industri. Kedua metode penelitian ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Metode kualitatif lebih mudah dilakukan dan lebih murah, tetapi hasilnya kurang akurat dan kurang dapat dipercaya. Metode kuantitatif lebih sulit dilakukan dan lebih mahal, tetapi hasilnya lebih akurat dan lebih dapat dipercaya. Kedua metode penelitian ini banyak digunakan dalam penelitian ilmiah. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data yang tidak dapat diukur secara kuantitatif, seperti mengungkap fakta sosial dan perilaku. Metode kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data yang dapat diukur secara kuantitatif, seperti mengukur tingkat kepuasan pelanggan. Kesimpulan, metode penelitian dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Metode kualitatif lebih banyak digunakan dalam bidang sosial dan ilmu-ilmu kemanusiaan, sedangkan metode kuantitatif lebih banyak digunakan dalam bidang yang berkaitan dengan fisika, matematika, dan ilmu teknik. Kedua metode ini banyak digunakan dalam penelitian ilmiah. 7. Kedua metode memerlukan peneliti untuk mengidentifikasi hipotesis, mengumpulkan data, dan membuat kesimpulan. Metode ilmiah dan metode penelitian adalah dua metode yang berbeda yang dapat digunakan untuk meneliti masalah. Kedua metode ini memiliki banyak persamaan dan perbedaan. Melalui artikel ini, kami akan membahas perbedaan metode ilmiah dan metode penelitian dengan memfokuskan pada poin kedua yaitu bahwa kedua metode memerlukan peneliti untuk mengidentifikasi hipotesis, mengumpulkan data, dan membuat kesimpulan. Kedua metode memerlukan peneliti untuk mengidentifikasi hipotesis. Hipotesis adalah teori yang akan diuji untuk menentukan apakah itu benar atau tidak. Metode ilmiah menekankan aspek hipotesis yang berkaitan dengan fakta, sedangkan metode penelitian lebih berfokus pada hipotesis yang bersifat prediksi. Metode ilmiah menekankan adanya hubungan antara variabel yang diteliti, sedangkan metode penelitian lebih berfokus pada identifikasi perbedaan antara variabel yang diteliti. Kedua metode juga memerlukan peneliti untuk mengumpulkan data. Metode ilmiah menitikberatkan pada penggunaan metode eksperimental dan kuantitatif untuk mengumpulkan data, sedangkan metode penelitian menekankan pada metode kualitatif untuk mengumpulkan data. Metode ilmiah menekankan pada penggunaan data yang telah ada untuk menguji hipotesis, sedangkan metode penelitian lebih berfokus pada penggunaan data yang baru untuk membuat kesimpulan. Kedua metode juga memerlukan peneliti untuk membuat kesimpulan. Metode ilmiah menekankan pada kesimpulan yang didasarkan pada data yang telah dikumpulkan, sedangkan metode penelitian menekankan pada proses berpikir kritis yang digunakan untuk membuat kesimpulan. Metode ilmiah menekankan pada validitas hasil dari penelitian, sedangkan metode penelitian menekankan pada keabsahan dan keandalan hasil dari penelitian. Dalam kesimpulannya, metode ilmiah dan metode penelitian memiliki banyak persamaan dan perbedaan. Namun, keduanya memiliki satu kesamaan, yaitu bahwa keduanya memerlukan peneliti untuk mengidentifikasi hipotesis, mengumpulkan data, dan membuat kesimpulan. Dengan mengetahui perbedaan kedua metode ini, peneliti dapat memilih metode yang paling cocok untuk penelitian yang akan dilakukan.
PenelitianIlmiah. Penelitian Non Ilmiah (Penelitian Tidak Ilmiah). Penelitian Ilmiah. Adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena. Penelitian ilmiah sering diasosiasikan dengan metode ilmiah sebagai tata cara sistematis yang digunakan untuk melakukan penelitian.
Klasifikasi Jenis-Jenis Metode Penelitian – Pembahasan tentang metode penelitian, pasti tidak akan jauh-jauh dari para mahasiswa yang dalam proses perkuliahannya, akan diajari mengenai pelaksanaan dari penelitian ini. Yap, kegiatan penelitian adalah upaya yang paling handal untuk melatih mahasiswa supaya dapat berpikir kritis dan bertindak secara sistematis. Bagi Grameds yang merupakan seorang mahasiswa, apakah sudah pernah melakukan kegiatan penelitian dalam mata kuliahmu? Kegiatan penelitian itu dapat dilakukan di semua bidang studi dan merupakan salah satu tanggung jawab para mahasiswa. Skripsi dan tesis itu juga beberapa wujud dari sebuah kegiatan penelitian. Meskipun kegiatan penelitian dapat dilakukan di semua bidang studi, tetapi metode penelitiannya dapat berbeda-beda, bergantung bagaimana data yang hendak diambil oleh peneliti. Lalu, apa saja ya jenis-jenis metode penelitian itu? Apa pula jenis-jenis data yang biasa terdapat dalam kegiatan penelitian? Nah, supaya Grameds tidak kebingungan mengenai pembahasan metode penelitian ini, yuk simak ulasan berikut! Klasifikasi Jenis Metode PenelitianMetode Penelitian Berdasarkan Jenis dan Analisisnya1. Penelitian Kuantitatif2. Penelitian Kualitatif3. Penelitian GabunganMetode Penelitian Berdasarkan Teknik yang Digunakan1. Penelitian SurveyMetode Penelitian Berdasarkan Tujuan1. Penelitian Dasar Basic Research2. Penelitian Terapan Applied Research3. Penelitian EvaluatifMetode Penelitian Berdasarkan Sifat PermasalahannyaMetode Penelitian Berdasarkan Tingkat Eksplanasi Penelitian Deskriptif Penelitian Komparatif Penelitian AsosiatifMetode Penelitian Berdasarkan Jenis Data Penelitian Primer Penelitian SekunderMetode Penelitian Berdasarkan Tempatnya Penelitian Laboratorium Penelitian Lapangan Penelitian PerpustakaanMetode Penelitian Berdasarkan Bidang yang Diteliti Penelitian Sosial Penelitian EksaktaMetode Penelitian Berdasarkan Keilmiahannya Penelitian Ilmiah Penelitian Non-IlmiahMetode Penelitian Berdasarkan Bidang Ilmu Penelitian Bisnis Penelitian Hukum Penelitian Komunikasi Penelitian Ekonomi Penelitian Pertanian Perlu diketahui bahwa metode penelitian adalah cara atau upaya untuk memperoleh suatu data. Data ini nantinya akan dideskripsikan, dibuktikan, dikembangkan, dan ditemukan akan adanya teori pasti dari data tersebut. Sebuah kegiatan penelitian umumnya memang dilakukan untuk memahami, memecahkan, sekaligus mengantisipasi permasalahan yang muncul dalam kehidupan manusia. Dalam klasifikasi jenis-jenis metode penelitian ini, didasarkan pada berbagai hal, mulai dari jenis dan analisisnya, berdasarkan penggunaan tekniknya, berdasarkan tujuannya, berdasarkan sifat permasalahannya, berdasarkan tingkat eksplanasinya, dan masih banyak lagi. Nah, berikut adalah penjelasannya! Metode Penelitian Berdasarkan Jenis dan Analisisnya 1. Penelitian Kuantitatif Menurut Robert Donmoyer dalam Norjanah 2014, penelitian kuantitatif adalah pendekatan-pendekatan terhadap kajian empiris untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menampilkan data dalam bentuk numerik angka daripada naratif. Penelitian ini biasanya dilakukan apabila hendak memperoleh hasil yang akurat karena mengandalkan penghitungan. Contohnya adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan efektivitas model pembelajaran konvensional dalam upaya meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran matematika di suatu sekolah. 2. Penelitian Kualitatif Sebuah penelitian kualitatif, biasanya dilakukan untuk memberikan penjelasan mengenai suatu fenomena dan nantinya akan mengkonstruksi suatu teori yang berkaitan dengan fenomena tersebut. Metode penelitian ini kebanyakan berbentuk naratif. Contohnya adalah penelitian mengenai nilai-nilai yang terdapat di dalam suatu novel dan kelayakannya sebagai media pembelajaran sastra di suatu jenjang sekolah. Kebanyakan orang merasa kesulitan ketika membedakan antara penelitian kuantitatif dan kualitatif. Nah, supaya Grameds tidak ikutan bingung, berikut ini adalah perbedaan antara kedua metode penelitian tersebut! Aspek Penelitian Kuantitatif Penelitian Kualitatif Tujuan Menjelaskan, mengontrol, dan meramalkan suatu fenomena melalui pengumpulan data yang fokusnya pada data numerik angka. Memahami fenomena sosial melalui gambaran holistik dan memperbanyak pemahaman secara mendalam. Pendekatan Deduktif bebas nilai objektif Terfokus Berorientasi pada tujuan. Induktif Berisi nilai-nilai subjektif Holistik, Berorientasi pada proses. Metode Terstruktur, formal, ditentukan terlebih dahulu, tidak luwes, dijabarkan secara rinci sebelum penelitian siap dilakukan. Historikal, etnografis, dan studi kasus. Model Penjelasan Penemuan fakta sosial tidak berasal dari persepsi subjektif dan terpisah dari konteks. Upaya generalisasi tidak dikenal karena perilaku manusia selalu terikat oleh konteks dan harus diinterpretasikan per kasus. Data Menggunakan sampel acak Naratif, deskriptif, dalam bentuk narasi penjelasan kata-kata mengenai fenomena yang hendak diteliti, berdasarkan pada dokumen pribadi, catatan lapangan, dokumen resmi, dan lain-lain. Analisis Data Deduktif dan secara statistik; terutama untuk menghasilkan data numerik yang biasanya dianalisis secara statistik. Data kasar biasanya terdiri dari bilangan dan analisis dilakukan pada akhir penelitian. Induktif, menggunakan model teori konsep, dan metode perbandingan tetap. Biasanya data akan dianalisis secara deskriptif, yang sebagian besar berasal dari wawancara serta catatan pengamatan. 3. Penelitian Gabungan Penelitian gabungan adalah metode penelitian dengan mengkombinasikan antara penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Contohnya adalah penelitian yang berupa angka kuantitatif, kemudian dijabarkan menggunakan bentuk naratif kualitatif yang berupa wawancara dengan informan. Metode Penelitian Berdasarkan Teknik yang Digunakan 1. Penelitian Survey Metode penelitian survey ini adalah penelitian yang dilakukan pada sebuah populasi besar maupun kecil. Data yang dipelajari nantinya adalah sampel dari populasi tersebut, yang kemudian akan ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel, baik secara sosiologis maupun psikologis. Contohnya adalah penelitian mengenai tingkat prestasi belajar siswa di suatu sekolah. 2. Penelitian Sejarah Penelitian sejarah ini berkaitan dengan analisis secara logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Sumber datanya beragam, mulai dari orang atau informan yang terlibat langsung dalam kejadian di masa lalu tersebut hingga dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian tersebut. Tujuan metode penelitian ini adalah untuk merekonstruksikan kejadian-kejadian di masa lampau secara sistematis dan objektif. Contohnya adalah studi rekonstruksi pengajaran ejaan di Amerika Serikat selama 50 tahun terakhir. 3. Penelitian Eksperimen Metode penelitian eksperimen adalah sebuah penelitian yang berusa mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lain, dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Contohnya adalah penelitian untuk membandingkan hasil belajar matematika di kelas unggulan dengan kelas biasa menggunakan model pembelajaran tertentu. Metode Penelitian Berdasarkan Tujuan 1. Penelitian Dasar Basic Research Dalam metode penelitian ini, biasanya diperuntukkan bagi pengembangan suatu ilmu pengetahuan dan diarahkan pada pengembangan teori untuk menemukan sebuah teori baru. Penelitian ini lebih fokus untuk upaya mengetahui, menjelaskan, dan memprediksi fenomena-fenomena yang terjadi di kehidupan manusia, baik itu alam maupun sosial. Contohnya adalah penelitian dasar yang berkaitan dengan bidang psikologi dan pendidikan, yakni penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku manusia. Nantinya, hasil penelitian tersebut akan digunakan sebagai landasan dalam pengembangan sikap untuk mengubah perilaku melalui proses pendidikan. 2. Penelitian Terapan Applied Research Metode penelitian terapan merupakan jenis penelitian yang hasilnya dapat secara langsung diterapkan untuk memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi. Penelitian ini umumnya menguji manfaat dari teori-teori ilmiah sekaligus mengetahui akan hubungan empiris dan analisis dan bidang studi tertentu. Contoh penelitian terapan yang berkaitan dengan pendidikan, yakni tentang bagaimana meningkatkan minat baca siswa dan menguji teori ilmiah tentang faktor-faktor pengaruh motivasi siswa untuk belajar. 3. Penelitian Evaluatif Sebenarnya, metode penelitian ini adalah bagian dari penelitian terapan, tetapi lebih fokus pada kegiatan mengukur keberhasilan akan suatu program, produk atau kegiatan tertentu. Biasanya, penelitian ini dilakukan oleh unit atau lembaga tertentu. Contohnya, penelitian mengenai kualitas guru pada waktu sebelum dan sesudah mengikuti program profesi. Metode Penelitian Berdasarkan Sifat Permasalahannya Penelitian Deskriptif Dalam metode penelitian ini, nantinya pihak peneliti akan berusaha memberikan secara sistematis dan cermat mengenai fakta-fakta aktual serta sifat dari populasi tertentu. Sesuai namanya, maka cara penyampaiannya adalah dalam bentuk deskriptif. Contohnya adalah penelitian deskriptif yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kebutuhan pendidikan keterampilan di suatu daerah. Penelitian Perkembangan Metode penelitian ini nantinya akan menyelidiki pola dan proses pertumbuhan atau perubahan akan suatu hal sebagai fungsi dari waktu. Contohnya adalah penelitian yang berupa pengembangan sistem penerimaan siswa baru di suatu sekolah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitasnya. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan Case Study and Field Research Metode penelitian ini fokus pada suatu kasus secara insentif dan terperinci mengenai latar belakang keadaan yang tengah dipermasalahkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan, dan interaksi lingkungan pada unit sosial, yakni individu, kelompok, lembaga, atau masyarakat. Contohnya adalah studi kasus tentang pola konsumsi pada kehidupan masyarakat kota. Metode Penelitian Berdasarkan Tingkat Eksplanasi Penelitian Deskriptif Sesuai namanya, maka penelitian ini dilakukan dalam bentuk deskripsi. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat adanya perbandingan dengan variabel lain. Contohnya, penelitian mengenai penggunaan teknologi komputer di beberapa sekolah di wilayah tertentu. Penelitian Komparatif Sesuai dengan namanya, maka penelitian bersifat membandingkan. Variabelnya masih sama dengan penelitian variabel mandiri, tetapi sampelnya harus lebih dari satu dalam waktu yang berbeda. Contohnya adalah penelitian mengenai kualitas prestasi belajar siswa di pedesaan dibandingkan dengan kualitas prestasi belajar siswa di perkotaan. Penelitian Asosiatif Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara dua variabel atau lebih di dalamnya. Penelitian asosiatif dapat dibangun dengan suatu teori yang nantinya berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan, hingga mengontrol suatu gejala. Contohnya adalah penelitian mengenai hubungan kelengkapan media pembelajaran dengan motivasi belajar siswa di suatu sekolah. Metode Penelitian Berdasarkan Jenis Data Penelitian Primer Penelitian ini mengharuskan peneliti untuk mengumpulkan data dari sumber pertama, yang biasanya diperoleh dengan menggunakan metode kuisioner atau metode wawancara. Dalam penelitian primer, dapat juga menggunakan beberapa metode, yakni studi kasus menggunakan individu atau kelompok sebagai bahan studi yang sifatnya longitudinal atau pada waktu tertentu yang relatif lama, survei studi yang bersifat kuantitatif untuk meneliti gejala suatu kelompok atau perilaku individu, riset eksperimental menggunakan dua atau lebih kelompok sebagai objek penelitian lalu membandingkan hasilnya Contohnya adalah penelitian primer yang menggunakan metode studi kasus mengenai pola belajar siswa pada kelas X Bahasa di suatu sekolah. Penelitian Sekunder Penelitian ini menggunakan bahan data yang bukan berasal dari sumber pertama, sehingga cenderung menggunakan studi kepustakaan. Pada studi kepustakaan biasanya untuk penelitian kualitatif, yang mana data dikumpulkan dari suatu lembaga survey telah dilakukan sebelumnya, perpustakaan, hingga lembaga-lembaga negara yang memiliki pustaka data serupa. Contohnya adalah penelitian tentang kemampuan siswa di suatu kelas dalam upayanya memahami konsep geometri. Metode Penelitian Berdasarkan Tempatnya Penelitian Laboratorium Sesuai dengan namanya, maka penelitian jenis ini akan dilakukan di tempat laboratorium, yang biasanya dilakukan dalam bidang ilmu eksakta. Terutama pada jurusan kedokteran, elektro, sipil, biologi, gizi pangan, dan lain-lain. Contohnya adalah penelitian yang ada di bidang Biologi mengenai alat pernapasan untuk beberapa jenis hewan. Penelitian Lapangan Lapangan yang dimaksud bukanlah tempat luas di tanah lapang, tetapi penelitian ini dilakukan di lokasi target secara langsung. Biasanya, penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan sosial dan ekonomi dengan masuk langsung ke masyarakat atau kelompok manusia yang tengah menjadi objek penelitiannya. Contohnya adalah penelitian mengenai tingkat literasi di suatu desa terpencil di Jawa Barat. Maka, peneliti harus masuk dan berbaur secara langsung dalam masyarakat di desa tersebut. Penelitian Perpustakaan Penelitian ini tentu saja dilakukan di perpustakaan, yang biasanya melakukan kajian terhadap literatur, terutama pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, jurnal, dan sumber-sumber lain yang tersedia di perpustakaan. Contohnya adalah penelitian tentang isi jurnal yang berkaitan dengan model pembelajaran yang biasa digunakan dalam pembelajaran. Metode Penelitian Berdasarkan Bidang yang Diteliti Penelitian Sosial Penelitian sosial adalah penelitian yang secara khusus diperuntukkan pada bidang sosial, seperti ekonomi, hukum, pendidikan, sosiologi, dan lain-lain. Contohnya adalah penelitian tentang pengaruh status sosial terhadap sikap toleransi masyarakat di suatu wilayah. Penelitian Eksakta Penelitian eksakta ini adalah penelitian yang secara khusus diperuntukkan pada bidang eksakta, seperti kimia, fisika, biologi, elektro, matematika, dan lain-lain. Contohnya adalah penelitian di bidang Biologi mengenai perkembangbiakkan makhluk hidup jenis reptil. Metode Penelitian Berdasarkan Keilmiahannya Penelitian Ilmiah Sesuai dengan namanya, maka penelitian ini bersifat ilmiah dengan memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah. Maksudnya, pokok pikiran yang dikemukakan dalam penelitian tersebut harus disusun secara sistematis dan menggunakan pembuktian yang meyakinkan. Penelitian Non-Ilmiah Kebalikan dengan penelitian ilmiah, maka penelitian jenis ini adalah yang pelaksanaannya tidak menggunakan atau memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah. Metode Penelitian Berdasarkan Bidang Ilmu Penelitian Bisnis Sesuai dengan namanya, penelitian tentu saja akan membahas mengenai hal-hal di bidang bisnis, mulai dari akuntansi, manajemen, pemasaran, keuangan, dan lain-lain. Berikut adalah contoh penelitiannya Akuntansi penelitian tentang prosedur, praktik, dan sistem pengendalian anggaran, metode pembiayaan, inventori, depresiasi dan sebagainya. Keuangan penelitian tentang operasi lembaga keuangan, rasio-rasio keuangan, merger dan akuisisi dan sebagainya. Manajemen penelitian tentang sikap dan perilaku karyawan, manajemen SDM, manajemen produksi/operasi, perumusan strategi, sistem informasi dan sebagainya. Pemasaran penelitian tentang citra produk, periklanan, distribusi, penentuan harga, kemasan, preferensi konsumen, pengembangan produk baru dan sebagainya. Penelitian Hukum Penelitian hukum tentu saja sebuah penelitian yang membahas mengenai hal-hal di bidang hukum. Contohnya adalah penelitian tentang hukum perdata, hukum pidana, hukum tata negara, dan hukum internasional yang berlaku di masyarakat. Penelitian Komunikasi Penelitian ini tentu saja akan membahas hal-hal yang berhubungan dengan bidang komunikasi. Contohnya adalah penelitian tentang komunikasi massa, komunikasi bisnis, kehumasan dan periklanan. Penelitian Ekonomi Penelitian ini tentu saja akan dilaksanakan dengan membahas materi atau fenomena yang berkaitan dengan bidang ekonomi. Biasanya dalam penelitian ini banyak membahas tentang ekonomi mikro, ekonomi makro dan ekonomi pembangunan. Penelitian Pertanian Penelitian ini dilaksanakan dengan membahas mengenai materi atau fenomena yang terjadi di bidang pertanian, mulai dari agribisnis, budidaya tanaman, hama tanaman, dan agronomi. Nah, itulah ulasan mengenai jenis-jenis metode penelitian yang dapat dilakukan dengan menyesuaikan bidang studi yang hendak kamu jalani. Mengingat jenis-jenis penelitian kebanyakan adalah penelitian ilmiah, maka data yang disusun juga harus valid ya… Sumber Norjanah. 2014. Jenis-Jenis Penelitian Beserta Contohnya. Baca Juga! 5 Jenis Penelitian, Ada Apa Saja? Metode Penelitian Geografi Pengertian dan Ciri Penelitian Pengembangan Teknik Pengumpulan Data dalam Rancangan Penelitian Jenis-Jenis Gambar Ilustrasi Apa Itu Ide Pokok dalam Paragraf? Pengertian dan Contoh dari Data Pembahasan Tentang Struktur Karya Ilmiah Pengertian dan Jenis Uji Asumsi Cara Membuat Kajian Teori Pengertian Kerangka Teori ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Dalammetode penelitian kuantitatif, masalah yang diteliti lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks. Penelitian kuantitatif lebih sistematis, terencana, terstruktur, jelas dari awal hingga akhir penelitian. Akan tetapi masalah-masalah pada metode penelitian kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat
Perbedaan Antara Metode Penelitian dan Ilmiah Pengarang Tamara Smith Tanggal Pembuatan 27 Januari 2021 Tanggal Pembaruan 15 Juni 2023 Video PERBEDAAN METODE & TEKNIK PENELITIAN Metode Penelitian vs Ilmiah Tidak diragukan lagi bahwa penelitian apa pun dilakukan hanya dengan menggunakan metode ilmiah. Penelitian hanyalah nama lain untuk mengumpulkan data dan informasi, menganalisisnya dan kemudian sampai pada hasil, yang terutama dilakukan oleh para ilmuwan. Bagi banyak orang, ilmuwan tampak aneh karena mereka memiliki pengetahuan yang jauh lebih dalam daripada orang biasa. Pada tingkat tertentu, ini benar tetapi mereka adalah ilmuwan bukan karena pengetahuan mereka tetapi karena metodologi mereka yang ilmiah dan menghasilkan hasil yang dapat diuji dan cenderung menghasilkan hasil yang serupa ketika direplikasi. Setiap penelitian yang tidak mengikuti metode ilmiah pasti akan gagal karena keaslian hasil tidak bertentangan dengan penyelidikan dan analisis ilmiah sederhana untuk dipahami, dan pada dasarnya merupakan cara berpikir tentang masalah dan solusinya. Mereka sistematis, logis, dan berurutan dalam urutan dengan prinsip sebab dan akibat yang kokoh di tempatnya. Penelitian adalah studi yang cermat, rinci dan sistematis terhadap suatu hal atau fenomena untuk mempelajari sesuatu yang baru tentangnya atau mempelajarinya dari perspektif baru. Metode ilmiah hanyalah cara melakukan penelitian. Tetapi ini adalah roda penggerak penting dalam penelitian apa pun karena siapa pun dengan kecerdasan yang masuk akal dapat dengan mudah melakukan penelitian yang dipersenjatai dengan metode ilmiah. Namun, daya nalar dan observasi yang baik merupakan prasyarat untuk melakukan suatu penelitian meskipun seseorang menggunakan metode ilmiah. Seorang peneliti tidak meragukan metode ilmiah yang dia gunakan untuk menyelesaikan penelitiannya karena hal itu memberikan kredibilitas pada penelitiannya dan penelitian pada dasarnya terdiri dari tiga langkah dan mendefinisikan masalahMencari penjelasan, metodologi penelitianPengamatan, pengukuran, dan eksperimenSeringkali perlu melalui prosedur ini beberapa kali jika ada keraguan tentang keaslian hasil dan di sinilah metode ilmiah berguna. Mereka memastikan bahwa replikasi penelitian dilakukan dengan cara yang persis sama setiap saat. Metode ini juga memungkinkan pembaca untuk mencoba dan mereplikasi prosedur itu sendiri dan sampai pada kesimpulan yang diuraikan di akhir penelitian apa singkatMetode penelitian vs ilmiah• Penelitian dan metode ilmiah sangat terkait• Metode ilmiah adalah metode yang digunakan untuk melakukan penelitian apa pun • Metode-metode ini memberikan kredibilitas pada setiap penelitian dan hasil-hasilnya• Penggunaan metode ilmiah berarti bahwa setiap pembaca dapat memverifikasi sendiri hasil suatu penelitian.
Itusebabnya, penelitian menggunakan metode ini tidak boleh mengambil tema dan prosedur yang sudah ada jika belum sepuluh tahun ke belakang. Teori bisa dipatahkan dengan penemuan. Itu sebabnya, metode ilmiah sangat dibutuhkan agar ilmu pengetahuan tidak berhenti hingga teori saja. Teori yang ada perlu diuji bahkan dilakukan hingga berulang
Metode penelitian merupakan cara peneliti dalam mendapatkan data dalam menyusun karya ilmiah. Peneliti akan menganalisis seluruh data yang ia dapatkan untuk menemukan jawaban atau solusi dari permasalahannya. Untuk menganalisis sebuah data, peneliti harus mendapatkan data yang objektif, valid, dan reliable. Dalam sebuah penelitian, kesesuaian data dengan objek haruslah tepat dan untukmu yang sedang membuat karya ilmiah, kamu wajib mengetahui jenis mode penelitian. Berikut ini jenis-jenis metode penelitian yang bisa kamu Metode kuantitatifilustrasi mengerjakan skripsi penelitian kuantitatif merupakan jenis metode yang menghasilkan solusi atau jawaban menggunakan prosedur statistik, terukur, dan kuantitatif. Salah satu metode penelitian yang bisa digunakan adalah penyebaran kuesioner atau wawancara. Biasanya metode penelitian ini dipakai untuk jurusan yang berhubungan dengan hitung, IPA, atau jurusan lain yang membutuhkan data mutlak. Metode penelitian kuantitatif memiliki beberapa karakteristik, yakni sebagai berikut Menerapkan pola pikir deduktif untuk memahami sebuah fenomena dengan menggunakan konsep yang bersifat khusus Menggunakan logika positivistik dan menghindari segala sesuatu yang bersifat subjektif Peneliti menempatkan diri sebagai bagian yang terpisah dengan objek yang diteliti Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran menggunakan alat yang baku dan objektif Hasil penelitian berupa generalisasi dan prediksi, terlepas dari konteks waktu dan situasi. 2. Metode kualitatifilustrasi menulis atau mewarnai penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang menghasilkan data secara deskriptif; berupa tulisan, ucapan, atau perilaku objek. Metode ini bisa dilakukan secara naratif, studi dokumen, wawancara, fenomenologi, observasi, atau studi kasus. Berikut ini karakteristik metode penelitian kualitatif Menerapkan pola pikir induksi empiris-rasional, sehingga menghasilkan grounded theory, yakni teori yang timbul sesuai data, bukan dari hipotesis Mengutamakan perspektif partisipan Menggunakan rancangan penelitian yang berkembang selama penelitian berlangsung. Hal tersebut berbeda dengan metode kuantitatif yang menggunakan rancangan penelitian baku Pengumpulan data didasarkan pada prinsip fenomenologis, yakni dengan memahami suatu gejala atau fenomena yang dihadapi secara mendalam Peneliti berperan sebagai alat pengumpul data. Artinya, peneliti merupakan bagian yang terpisahkan dengan objek yang diteliti. 3. Metode deskriptifilustrasi menggerjakan skripsi PiacquadioMetode penelitian deskriptif merupakan metode yang mengutamakan masalah-masalah aktual secara apa adanya saat penelitian berlangsung. Semua data diolah sesuai dengan ini akan mendeskripsikan peristiwa dan kejadian tanpa memberikan perilaku khusus pada kejadian tersebut. Peneliti bisa menganalisis data tunggal atau lebih dari satu variabel. Baca Juga 10 Contoh Surat Izin Sakit Kerja, Sekolah, dan Kuliah, Tetap Formal 4. Metode penelitian survei ilustrasi mengerjakan skripsi PiacquadioMetode penelitian survei masuk ke dalam metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mendapatkan data masa lalu atau saat ini. Data yang diperoleh berupa keyakinan, pendapat, karakteristik, perilaku, hubungan variabel, dan menguji metode penelitian survei, data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, atau membagikan kuesioner kepada narasumber. Hasil yang diperoleh dalam metode penelitian survei kemudian diolah oleh peneliti hingga menghasilkan jawaban atau Metode eksperimentalilustrasi mengerjakan skripsi MorilloMetode penelitian eksperimental masuk ke dalam jenis metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini digunakan untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang dapat dikendalikan, sehingga tidak ada variabel lain yang memengaruhi variabel penelitian ini biasanya dilakukan untuk kamu yang berkuliah jurusan biologi, fisika, kimia, atau jurusan lainnya yang membutuhkan penelitian di lab. Penelitian menggunakan sampel kelompok kontrol dan biasanya dilakukan di Metode penelitian evaluasiskripsi penelitian evaluasi dilakukan untuk mengetahui proses pelaksanaan atau perencanaan, hingga tujuan penelitian tercapai. Metode ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan suatu perumusan, hasil dari suatu proyek, kebijakan, atau metode penelitian ini, kamu perlu mengetahui seluruh rangkaian objek agar bisa mengetahui apa yang harus dioptimalkan atau dikembangkan dalam objek tersebut. Jadi, pengambilan data harus dilakukan secara Metode penelitian studi kasusskripsi SprattMetode penelitian studi kasus memelajari seorang individu atau kelompok yang mengalami suatu fenomena. Peneliti akan mempelajarinya secara mendalam untuk mengungkap variabel yang menyebabkan terjadinya kasus penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mengapa individu melakukan sesuatu suatu hal. Penelitian ini tidak dilakukan untuk menguji hipotesis, melainkan menghasilkan hipotesis yang bisa dikembangkan atau diuji lebih lanjut. Itu dia jenis metode penelitian dalam karya ilmiah yang bisa kamu gunakan sesuai penelitian yang sedang dikerjakan. Semoga bermanfaat! Baca Juga 5 Tahap Menyusun Karya Ilmiah dari Ivan Lanin
PengertianMetode Ilmiah. Metode ilmiah adalah metode sains yang menggunakan langkah-langkah rasional dan ilmiah untuk mengungkapkan suatu masalah yang muncul. Ilmu kimia banyak menjawab banyak permasalahan berlandasan eksperimen danpenalaran dari akal yang sehat. Eksperimen yang dilakukan harus logis dan sistematis.
Penelitian vs Metode Ilmiah Jangan ragu bahwa penelitian apa pun dilakukan hanya menggunakan metode ilmiah. Penelitian hanyalah nama lain untuk mengumpulkan data dan informasi, menganalisisnya, dan kemudian mencapai hasil, yang terutama dilakukan oleh para ilmuwan. Bagi banyak orang, para ilmuwan tampak sama anehnya karena mereka memiliki pengetahuan yang jauh lebih dalam daripada orang biasa. Sampai batas tertentu, ini benar tetapi mereka adalah ilmuwan bukan karena pengetahuan mereka tetapi karena metodologi mereka yang ilmiah dan menghasilkan hasil yang dapat diuji dan cenderung menghasilkan hasil yang sama ketika direplikasi. Setiap penelitian yang tidak mengikuti metode ilmiah pasti akan gagal karena keaslian hasil tidak memiliki peluang terhadap penyelidikan dan analisis ilmiah.. Metode ilmiah mudah dipahami, dan pada dasarnya cara berpikir tentang masalah dan solusinya. Mereka sistematis, logis, dan berurutan dalam pesanan dengan sebab dan akibat prinsip tegas di tempat. Penelitian adalah penelitian yang cermat, terperinci dan sistematis tentang sesuatu atau fenomena untuk mempelajari sesuatu yang baru tentangnya atau mempelajarinya dari perspektif baru. Metode ilmiah hanyalah cara melakukan penelitian. Tapi itu adalah roda penggerak vital dalam penelitian apa pun karena siapa pun dengan kecerdasan yang masuk akal dapat dengan mudah melakukan penelitian dengan berbekal metode ilmiah. Namun, daya nalar dan daya pengamatan yang kuat adalah prasyarat untuk melakukan penelitian bahkan jika seseorang menggunakan metode ilmiah. Seorang peneliti tidak membuat kesalahan tentang metode ilmiah yang ia gunakan untuk menyelesaikan penelitiannya karena memberikan kredibilitas untuk penelitiannya dan hasilnya. Setiap penelitian pada dasarnya terdiri dari tiga langkah utama. Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah Mencari penjelasan, metodologi penelitian Pengamatan, pengukuran, dan eksperimen Sering kali perlu melalui prosedur ini beberapa kali jika ada keraguan tentang keaslian hasil dan di sinilah metode ilmiah berguna. Mereka memastikan bahwa replikasi penelitian dilakukan dengan cara yang persis sama setiap saat. Metode-metode ini juga memungkinkan setiap pembaca untuk mencoba dan mereplikasi prosedurnya sendiri dan sampai pada kesimpulan yang diuraikan di akhir penelitian.. Secara singkat Penelitian vs metode ilmiah • Metode penelitian dan ilmiah saling terkait • Metode ilmiah adalah metode yang digunakan untuk melakukan penelitian apa pun • Metode-metode ini memberikan kredibilitas untuk penelitian apa pun dan hasilnya • Penggunaan metode ilmiah berarti bahwa setiap pembaca dapat memverifikasi sendiri hasil suatu penelitian.
Metodeilmiah merupakan ekspresi mengenai cara kerja pikiran dengan cara kerja inilah metode ilmiah boleh dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan logis, karena ideal dari ilmu adalah untuk memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta, maka metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang fakta dengan menggunakan pendekatan kesangsian sistematis. Metode penelitian adalah tata cara, langkah, atau prosedur yang ilmiah dalam mendapatkan data untuk tujuan penelitian yang memiliki tujuan dan kegunaan tertentu. Seperti yang diungkapkan Sugiyono 2018, hlm. 2 yang menjelaskan bahwa metode penelitian adalah suatu cara ilmiah dalam mendapatkan data untuk tujuan dan kegunaan tertentu. Ilmiah berarti kegiatan penelitian yang didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yakni rasional, empiris, dan sistematis seperti yang telah ditelusuri dalam filsafat ilmu. Rasional berarti bahwa kegiatan penelitian yang dilakukan dengan cara masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Sementara empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indra manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara yang digunakan. Selanjutnya, sistematis maksudnya adalah proses yang digunakan dalam penelitian yang menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Sementara itu, jika kita menelusuri pengertian penelitian atau riset itu sendiri, maka Nazir 2014 penelitian merupakan suatu kegiatan yang ditujukan untuk menyelidiki sebuah keadaan dari, sebuah alasan dari, beserta konsekuensi-konsekuensi terhadap suatu set keadaan khusus, bisa sebuah fenomena atau variabel. Artinya kegunaan tertentu yang dicari dalam metode penelitian merupakan kegiatan penyelidikan sistematis terhadap sesuatu dengan cara yang ilmiah. Nazir 2014, hlm. 26 juga menyatakan bahwa metode penelitian ilmiah boleh dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa apa itu metode penelitian adalah cara atau prosedur sistematis yang dilakukan untuk mendapatkan kebenaran, keadaan dari, sebuah alasan dari, konsekuensi-konsekuensi suatu fenomena yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis yang disokong oleh data-data yang cukup sebagai bukti konkret yang dapat dilihat, diamati dan bahkan teralami oleh semua orang objektif; bukan asumsi pribadi. Tentunya, untuk menyokong lebih jauh pengertian di atas, diperlukan studi banding terhadap berbagai definisi lain dari para pakar yang telah mempelajari hal ini lebih dalam. Berikut adalah kumpulan pengertian metode penelitian menurut para ahli. Nazir Nazir 2014, hlm. 26 menyatakan bahwa metode ilmiah boleh dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Hamid Darmadi Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan kegunaan tertentu Darmadi, 2014, hlm. 153. Arikunto Menurut Arikunto 2019, hlm. 136 metode penelitian adalah cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan. Sukandarrumidi Metode penelitian merupakan cara utama yang digunakan peneliti untuk mencapai tujuan dan menentukan jawaban atas masalah yang diajukan Sukandarrumidi, 2012, hlm. 111. Macam Macam Metode Penelitian Berdasarkan cara pengolahan, analisis data, serta cara menarik kesimpulannya, jenis atau macam metode penelitian dapat ditinjau dari pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan campuran kuantitatif kualitatif, berikut adalah penjelasannya. Metode Penelitian Kuantitatif Menurut Silaen 2018, hlm. 18 penelitian kuantitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data berupa angka-angka dan umumnya dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial. Artinya, angka yang didapatkan diolah dan dicari tahu pengaruhnya terhadap rumusan masalah penelitian yang telah ditentukan. Apakah angka hasil survey membuktikan hipotesis yang diajukan? Apakah angka menunjukkan bahwa sangkaan kita benar terhadap masalah yang diteliti? Dsb. Masih senada dengan pendapat di atas Sugiyono 2018, berpendapat bahwa pendekatan kuantitatif merupakan penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme untuk meneliti populasi atau sampel tertentu dan pengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan instrumen, analisis data bersifat statistik. Menurut Sanjaya 2015, hlm. 37 beberapa metode yang sering digunakan oleh peneliti kuantitatif di antarnya adalah sebagai berikut. Eksperimen Merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan dan meramalkan yang akan terjadi pada suatu variabel manakala diberikan suatu perlakuan tertentu terhadap variabel lainnya. Survei Adalah penelitian yang berusaha untuk mengungkap opini, pendapat atau pandangan masyarakat terhadap isu-isu khusus yang diteliti. Penelitian Korelasi yang dimaksud korelasi adalah penelitian yang dilakukan untuk menemukan ada atau tidaknya hubungan antar dua atau lebih variabel yang diteliti misalnya apakah model pembelajaran tertentu variabel 1 berpengaruh terhadap nilai ujian siswa variabel 2? Studi Perbandingan penelitian yang dilakukan kutuk menemukan perbedaan tertentu dari dua kelompok subjek penelitian. Studi Perkembangan Penelitian atau studi yang bertujuan untuk menemukan perkembangan pada subjek penelitian tertentu berdasarkan fungsi waktu. Metode Penelitian Kualitatif Menurut Sugiyono 2018, hlm. 213 metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme tepatnya fenomenologi, yang digunakan untuk meneliti pada kondisi ilmiah di mana peneliti sendiri adalah instrumennya, teknik pengumpulan data dan di analisis yang bersifat kualitatif lebih menekan pada makna. Metodologi penelitian kualitatif bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan fenomena atau obyek penelitian melalui aktivitas sosial, sikap dan persepsi orang secara individu atau kelompok. Menurut Sanjaya 2015, hlm. 47 metode-metode yang biasa digunakan dalam penelitian kualitatif adalah sebagai berikut. Metode Grounded Grounded adalah metode penelitian yang dilaksanakan dengan mengadakan data yang ada di lapangan, baik dalam perumusan masalah, membangun hipotesis, maupun penarikan simpulan penelitian. Oleh karena itu penelitian ini sangat bergantung pada pengalaman dan kredibilitas peneliti. Metode Deskriptif KualitatifMetode Deskriptif kualitatif adalah metode yang bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam mengenai realitas sosial dan berbagai fenomena yang terjadi pada masyarakat yang menjadi subjek penelitian sehingga secara rinci tergambarkan ciri, karakter, sifat, dan model dari fenomena yang diteliti tersebut. Metode Penelitian Etnografi Etnografi adalah penelitian mengenai budaya masyarakat tertentu. Penelitian ini berupaya untuk memotret kehidupan dalam keseharian kelompok masyarakat tertentu, sehingga tergambarkan secara utuh kehidupan mereka dalam kaitannya dengan aspek budaya masyarakat yang menjadi objek penelitian. Metode Campuran Kualitatif Kuantitatif/Mixed Methods Menurut Creswell dan Clark dalam Sanjaya, 2015, hlm. 49 Metode campuran kuantitatif dan kualitatif adalah penelitian yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam setiap fase proses penelitian termasuk dari segi pedoman mengumpulkan dan menganalisis data. Latar belakang munculnya metode ini meliputi Metode kualitatif dan kuantitatif memiliki keterbatasannya masing-masing. Kualitatif tidak dapat menggambarkan setting subjek penelitian dan juga suara partisipan tidak secara langsung dapat didengar atau diketahui oleh peneliti. Sementara itu, penelitian kualitatif terlalu menggeneralisir hasil penelitian sehingga bersifat personal subjektif. Mixed method menggunakan alat penelitian yang lebih komprehensif jika dibandingkan dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif secara sendiri-sendiri. Metode campuran dapat membantu menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh penelitian kualitatif dan kuantitatif secara sendiri-sendiri. Jenis Jenis Metode Penelitian Lainnya Selain jenis atau macam yang dibagi berdasarkan cara pengolahan, analisis data, dan cara menarik simpulannya, tentunya terdapat berbagai jenis lainnya yang belum dipaparkan. Misalnya, menurut Sugiyono 2018, hlm. 9 Jenis-jenis metode penelitian adalah sebagai berikut Penelitian DasarSuriasumantri dalam Sugiyono 2018, hlm. 9 penelitian dasar adalah metode yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Penelitian Terapan Merupakan penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis Suriasumantri dalam Sugiyono, 2018, hlm. 9. Penelitian Pengembangan Borg dan Gall dalam Sugiyono 2018, hlm. 9 menyatakan bahwa, penelitian dan pengembangan merupakan penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. Penelitian Eksperimen Merupakan metode yang digunakan untuk mencari pengaruh treatment perlakuan tertentu. Metode Survei Survei digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah. Penelitian Naturalistik/Kualitatif Merupakan metode yang digunakan untuk meneliti pada tempat yang alamiah, dan penelitian tidak membuat perlakuan, karena peneliti dalam mengumpulkan data bersifat empirik, yaitu berdasarkan pandangan dari sumber data bukan pandangan peneliti. Metode Kuantitatif merupakan metode yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Metode kualitatif adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme fenomenologi, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. Jenis Metode Penelitian berdasarkan Masalah yang Diteliti Selanjutnya menurut Suryana 2010, hlm. 18 jenis metode penelitian berdasarkan masalahnya terdiri dari beberapa jenis yakni sebagai berikut. Penelitian Historis Merupakan metode yang bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematif dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakan faktafakta dan bukti guna mmeperoleh kesimpulan yang akurat. Penelitian Deskriptif, Metode ini bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, dan sifat-sifat populasi daerah tertentu. Penelitian Perkembangan, Metode ini yang menyelidiki pola urutan pertumbuhan atau perubahan sebagi fungsi waktu. Penelitian Kasus dan Penelitan Lapangan Metode yang mempelajari secara intensif tentang alatar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial. Penelitian Eksperimen Metode yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan sebab akibat dengan cara mengenakan kepada suatu atau lebih kondisi perlakuan dan membandingkan hasilnya dengan sesuatu atau lebih kelompok kontrol yang diteliti. Penelitian Korelasional Merupakan metode yang bertujuan untuk meneliti sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi. Penelitian Kausal Komparatif Yakni metode yang menyelidiki kemungkinan sebab akibat terjadinya suatu fenomena yang sedang diteliti. Penelitian tindakan action research Merupakan penelitian yang mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara-cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan cara penerapan langsung di dunia kerja atau dunia aktual lainnya. Referensi Arikunto, Suharsimi. 2019. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta Rineka Cipta. Darmadi, Hamid. 2014. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung Alfabeta. Nazir, Moh. 2014. Metode Penelitian. Bogor Ghalia Indonesia. Sanjaya, Wina. 2015. Penelitian Pendidikan. Jakarta Prenada Media Group. Silaen, S. 2018. Metode Penilitian Sosial untuk Penilisan Skripsi dan Tesis. Bogor Penerbit In Media Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung Alfabeta. Suryana. 2010. Metodologi Penelitian Model Praktis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung UPI. Sukandarrumidi. 2012. Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis untuk Peneliti Pemula. Yogyakarta Gajah Mada University Press.
Langkahlangkah dalam pendekatan ilmiah tersebut : 1. Perumusan Masalah. Penelitian ilmiah bermula dari segi suatu masalah atau persoalan yang harus dipecahkan. Secara sederhana masalah itu sendiri dapat diartikan sebagai pernyataan yang menurut jawaban yang diperoleh dengan cara yang sistematis agar kebenaran tersebut dapat
0% found this document useful 0 votes3K views13 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views13 pagesPerbedaan Metode Ilmiah Dengan Penelitian IlmiahJump to Page You are on page 1of 13 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 12 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Kadangkalakarena ketidaktahuan kita, kemudian kita mengidentifikasi diri sebagai penganut metode tertentu, dan dengan latah mengecam metode lainnya. Walaupun terdapat perbedaan antara kedua metode tersebut, tak ada faedahnya untuk memper­tentangkannya bahkan memandangnya sebagai dua aliran yang bermusuhan. Yang perlu diperhatikan ialah bahwa
Apakah kamu pernah bertanya-tanya bagaimana para ilmuwan dapat mencapai hasil penelitian yang akurat dan efektif? Jawabannya terletak pada penggunaan metode ilmiah yang tepat. Dalam dunia penelitian, metode ilmiah memainkan peran penting dalam memastikan keandalan dan validitas hasil yang diperoleh. Artikel ini akan memberikan panduan praktis tentang langkah-langkah metode ilmiah yang efektif. jika kamu tertarik untuk memperdalam pengetahuan kamu tentang metode ilmiah, simak artikel berikut ini. Metode ilmiah adalah pendekatan sistematis dan terstruktur dalam melakukan penelitian yang didasarkan pada logika, observasi, pengujian hipotesis, dan pengumpulan data yang valid. Yuk, ketahui langkah-langkah metode ilmiah yang benar. Observasi dan Identifikasi Masalah Langkah pertama dalam metode ilmiah adalah observasi dan identifikasi masalah. Observasi adalah pengamatan yang sistematis terhadap fenomena atau permasalahan yang menarik perhatian kita. Observasi ini dapat dilakukan melalui pengamatan langsung, studi literatur, atau diskusi dengan pakar di bidang terkait. Observasi memastikan bahwa penelitian yang akan dilakukan memiliki relevansi dan nilai tambah yang signifikan. Setelah melakukan observasi, kamu perlu mengidentifikasi masalah penelitian yang relevan dan menarik. Identifikasi masalah ini membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diamati serta tinjauan literatur yang komprehensif. Masalah penelitian harus spesifik, terbatas, dan mampu memberikan kontribusi baru bagi bidang ilmu yang diteliti. Perumusan Pertanyaan Penelitian Perumusan pertanyaan penelitian merupakan langkah penting dalam metode ilmiah karena membantu menentukan tujuan dan arah penelitian. Pertanyaan penelitian yang jelas dan terfokus memungkinkan peneliti untuk mengarahkan upaya mereka dengan efektif dan mendapatkan hasil yang relevan. Untuk merumuskan pertanyaan penelitian yang baik, pertama-tama identifikasi topik yang ingin diteliti. Kemudian, tentukan area spesifik yang ingin diselidiki dan fokuskan pertanyaan pada aspek yang ingin diketahui lebih lanjut. Pastikan pertanyaan penelitian bersifat spesifik, terukur, relevan, dan dapat dijawab secara objektif. Pembuatan Hipotesis Pembuatan hipotesis bertujuan untuk mengarahkan penelitian dan menyediakan kerangka kerja untuk pengujian dan analisis data. Hipotesis adalah pernyataan prediksi yang diajukan berdasarkan pemahaman awal atau dugaan tentang hubungan antara variabel yang akan diteliti. Jika hasil penelitian mendukung hipotesis, hal tersebut akan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang fenomena yang diteliti. Namun, jika hasil penelitian tidak mendukung hipotesis, peneliti dapat merevisi hipotesis atau menghasilkan pemahaman baru yang lebih akurat. Perancangan Penelitian Sebelum memulai penelitian, penting untuk merancangnya secara jelas dan terstruktur. Tahapan ini meliputi persiapan alat dan bahan yang diperlukan, penentuan jenis data yang akan dikumpulkan, serta teknik pengumpulan data yang akan digunakan. Selain itu, dalam penelitian, terdapat tiga jenis variabel yang biasa digunakan, yaitu Variabel bebas Variabel ini merupakan faktor yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan pada variabel terikat. Variabel terikat Variabel ini adalah hasil atau respon yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel kontrol Variabel ini sengaja dikendalikan agar tidak memberikan pengaruh terhadap variabel lain dalam penelitian. Dengan memahami konsep ini, peneliti dapat merancang penelitian dengan lebih baik, mengontrol variabel yang relevan, dan mengumpulkan data yang akurat untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan. Pengumpulan dan Analisis Data Dalam pengumpulan data, penting untuk memilih metode yang sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan. Hal ini melibatkan pemilihan instrumen pengumpulan data, seperti kuesioner, wawancara, atau observasi, serta menentukan teknik pengambilan sampel yang representatif. Selanjutnya, dalam analisis data, penting untuk memilih pendekatan yang tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan. Pendekatan ini dapat beragam, termasuk analisis statistik, analisis kualitatif, atau kombinasi keduanya, tergantung pada jenis data yang dikumpulkan dan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab. Interpretasi Hasil dan Kesimpulan Setelah melakukan analisis data, langkah selanjutnya dalam metode ilmiah adalah menganalisis dan menginterpretasikan hasil penelitian. Dalam menganalisis hasil penelitian, peneliti dapat menggunakan berbagai teknik dan alat analisis yang relevan, seperti analisis statistik, analisis kualitatif, atau teknik analisis lainnya tergantung pada jenis data yang dikumpulkan dan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab. Selanjutnya, setelah menganalisis data, kamu perlu menginterpretasikan hasil penelitian. Ini melibatkan penafsiran dan pemahaman yang lebih mendalam terhadap temuan yang diperoleh. Peneliti harus menganalisis temuan secara kritis, menghubungkannya dengan teori yang relevan, dan melihat implikasi serta makna yang terkandung di dalamnya. Dari analisis dan interpretasi tersebut, peneliti dapat merumuskan kesimpulan berdasarkan temuan penelitian. Kesimpulan merupakan ringkasan dari hasil penelitian dan menjawab pertanyaan penelitian yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan dapat mencakup jawaban terhadap hipotesis, temuan signifikan, atau implikasi praktis dari penelitian tersebut. Diseminasi Hasil Penelitian Diseminasi hasil penelitian merupakan langkah penting dalam metode ilmiah. Setelah penelitian selesai dan hasilnya diperoleh, penting untuk membagikan temuan tersebut kepada masyarakat ilmiah dan publik secara luas. Diseminasi hasil penelitian bertujuan untuk memberikan kontribusi dan memperluas pemahaman dalam bidang yang diteliti, serta memungkinkan orang lain untuk memanfaatkan dan mengembangkan temuan tersebut. Dengan diseminasi hasil penelitian, peneliti dapat berbagi pengetahuan, informasi, dan wawasan baru kepada komunitas ilmiah. Hal ini membantu memperkaya pemahaman kita tentang suatu topik dan memperluas jangkauan pengetahuan yang tersedia. Selain itu, diseminasi juga memungkinkan peneliti lain untuk mengulang dan memvalidasi temuan, memperkuat keandalan penelitian serta memperkaya diskusi ilmiah. Nah, itulah penjelasan singkat mengenai langkah-langkah metode ilmiah yang benar. Penting untuk diingat bahwa metode ilmiah bukanlah sekadar aturan yang kaku, tetapi lebih merupakan panduan untuk menjalankan penelitian yang efektif dan memperoleh temuan yang berarti. Kalau kamu merasa masih kurang paham, kamu bisa mencari berbagai buku pengetahuan seperti buku metode penelitian di Lazada. Tinggal belanja online, gak perlu keluar rumah, dan belanjaan kamu juga akan dikirim cepat dan gratis ongkir. Semoga informasi ini membantu kamu ya, Lazadians!
Perbedaanmetode ilmiah dan non ilmiah. 1. Metode Ilmiah Suatu Penelitian Ilmiah akan berhasil dengan baik apabisa dilakukan dengan struktur digunakannya metode ilmiah didalam penelitian ilmiah, dimulailah ipa modern yang kemudian berkembang sangat pesat. Perintis-perinyis ipa modern ialah Galililoe Galililei (1564-1642), Isaac Newton (1642 Perbedaan Metode Ilmiah Dengan Metode Penelitian – Metode ilmiah dan metode penelitian merupakan dua jenis metode yang berbeda. Metode ilmiah adalah kumpulan prosedur yang diterapkan untuk menguji hipotesis dan mencapai kesimpulan yang benar. Metode ini berfokus pada observasi, eksperimen, dan analisis data yang dihasilkan dari proses tersebut. Metode ini menggunakan pendekatan yang lebih sistematis dan sistematik daripada metode penelitian. Metode ini juga menekankan pada tujuan yang disusun dengan baik dan mengikuti langkah-langkah yang sudah ditetapkan. Sementara itu, metode penelitian adalah kumpulan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan menganalisis data. Metode ini menekankan pada pengumpulan informasi melalui wawancara, observasi, penyelidikan, dan survei, dan menggunakan data yang diperoleh untuk menyimpulkan kesimpulan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yang lebih fleksibel dan lebih berorientasi pada pengalaman, konteks, dan sudut pandang orang lain. Metode ini juga lebih mudah diadaptasi dan lebih umum diadopsi oleh peneliti. Kedua metode ini bisa dikatakan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Metode ilmiah memiliki keuntungan yang lebih besar dalam hal validitas dan akurasi hasil karena langkah-langkah yang disusun dengan baik dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Sementara itu, metode penelitian lebih menekankan pada pengalaman dan konteks yang relevan, yang menyebabkan hasil penelitian lebih beragam dan lebih mudah diadaptasi untuk kebutuhan peneliti. Namun, perbedaan utama antara kedua metode ini adalah metode ilmiah menekankan pada validitas dan akurasi hasil, sementara metode penelitian menekankan pada relevansi dan adaptabilitas hasil. Metode ilmiah lebih umum digunakan dalam penelitian ilmiah, sementara metode penelitian digunakan dalam penelitian sosial dan budaya. Pemilihan metode yang tepat tergantung pada tujuan dan jenis penelitian yang ingin dilakukan. Penjelasan Lengkap Perbedaan Metode Ilmiah Dengan Metode Penelitian– Perbedaan utama antara metode ilmiah dan metode penelitian adalah metode ilmiah menekankan pada validitas dan akurasi hasil, sementara metode penelitian menekankan pada relevansi dan adaptabilitas hasil.– Metode ilmiah adalah kumpulan prosedur yang diterapkan untuk menguji hipotesis dan mencapai kesimpulan yang benar dengan pendekatan yang lebih sistematis dan sistematik daripada metode penelitian. – Metode penelitian adalah kumpulan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan menganalisis data dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan lebih berorientasi pada pengalaman, konteks, dan sudut pandang orang lain.– Metode ilmiah umumnya digunakan dalam penelitian ilmiah, sementara metode penelitian digunakan dalam penelitian sosial dan budaya.– Metode ilmiah memiliki keuntungan yang lebih besar dalam hal validitas dan akurasi hasil karena langkah-langkah yang disusun dengan baik dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. – Metode penelitian lebih menekankan pada pengalaman dan konteks yang relevan, yang menyebabkan hasil penelitian lebih beragam dan lebih mudah diadaptasi untuk kebutuhan peneliti. Penjelasan Lengkap Perbedaan Metode Ilmiah Dengan Metode Penelitian – Perbedaan utama antara metode ilmiah dan metode penelitian adalah metode ilmiah menekankan pada validitas dan akurasi hasil, sementara metode penelitian menekankan pada relevansi dan adaptabilitas hasil. Perbedaan utama antara metode ilmiah dan metode penelitian adalah metode ilmiah menekankan pada validitas dan akurasi hasil, sementara metode penelitian menekankan pada relevansi dan adaptabilitas hasil. Metode ilmiah didefinisikan sebagai metode untuk mencapai kebenaran melalui pengamatan dan eksperimen. Ini melibatkan proses pengumpulan data melalui pengamatan, pengukuran, percobaan, dan analisis data. Metode ini menekankan pada permainan yang logis, mencari keterangan yang bersifat objektif, mengikuti aturan ilmiah, dan menekankan pada validitas dan akurasi hasil. Sedangkan metode penelitian adalah proses sistematis untuk memecahkan masalah melalui pendekatan ilmiah. Ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara, survey, observasi, dan tes. Ini menekankan pada relevansi dan adaptabilitas hasil. Dengan menggunakan metode ini, ahli mencari jawaban yang sesuai dengan masalah yang dihadapi. Kesimpulannya, kedua metode berbeda dalam tujuannya. Metode ilmiah menekankan pada validitas dan akurasi hasil, sementara metode penelitian menekankan pada relevansi dan adaptabilitas hasil. Metode ilmiah menekankan pada permainan yang logis mencari objektivitas dan mengikuti aturan ilmiah, sedangkan metode penelitian menekankan pada pencarian jawaban yang sesuai dengan masalah yang dihadapi. – Metode ilmiah adalah kumpulan prosedur yang diterapkan untuk menguji hipotesis dan mencapai kesimpulan yang benar dengan pendekatan yang lebih sistematis dan sistematik daripada metode penelitian. Metode ilmiah merupakan kumpulan prosedur yang digunakan untuk menguji hipotesis, mengumpulkan data, dan mencapai kesimpulan yang benar. Metode ini lebih sistematis dan sistematik daripada metode penelitian. Metode ini melibatkan koleksi data yang komprehensif, penelitian terkontrol, dan penerapan prinsip-prinsip logis untuk menganalisis data. Metode ilmiah mencakup beberapa langkah-langkah dalam mencapai kesimpulan yang benar. Pertama, hipotesis harus dikembangkan. Langkah ini melibatkan penentuan variabel yang relevan, menentukan batasan, dan menentukan hipotesis. Kedua, data harus dikumpulkan. Data dapat disimpan dalam bentuk teks, gambar, atau grafik. Data yang dikumpulkan harus akurat dan dianalisis secara kritis untuk memastikan validitasnya. Ketiga, data harus dianalisis. Analisis data melibatkan penggunaan metode statistik dan teknik kualitatif untuk memetakan dan menganalisis data. Terakhir, kesimpulan harus dibuat. Kesimpulan harus didasarkan pada analisis data yang telah dilakukan sebelumnya. Metode penelitian tidak memerlukan banyak langkah dan dapat dilakukan tanpa bantuan teknologi. Metode ini melibatkan mengumpulkan data, menganalisis data, dan membuat kesimpulan. Metode ini dapat digunakan untuk mencapai kesimpulan yang benar, tetapi kesimpulan yang diperoleh mungkin tidak selalu valid. Metode penelitian dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang topik tertentu atau untuk mengidentifikasi masalah. Ini melibatkan wawancara, survei, dan penggunaan sumber literatur. Namun, metode ini tidak menjamin ketepatan kesimpulan yang diperoleh. Kesimpulannya, metode ilmiah adalah kumpulan prosedur yang lebih sistematis dan sistematik yang digunakan untuk menguji hipotesis dan mencapai kesimpulan yang benar. Metode penelitian dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi dan mengidentifikasi masalah, tetapi tidak menjamin ketepatan kesimpulan yang diperoleh. – Metode penelitian adalah kumpulan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan menganalisis data dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan lebih berorientasi pada pengalaman, konteks, dan sudut pandang orang lain. Metode ilmiah dan metode penelitian memiliki beberapa perbedaan. Metode ilmiah menggunakan pendekatan yang berbasis keteraturan yang sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Metode ilmiah mengikuti langkah-langkah yang telah ditentukan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh dapat diandalkan dan dapat dipertanggungjawabkan. Metode ilmiah juga membatasi kemungkinan bias dan kesalahan melalui pendekatan yang sistematis. Sedangkan metode penelitian adalah kumpulan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan menganalisis data dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan lebih berorientasi pada pengalaman, konteks, dan sudut pandang orang lain. Metode penelitian lebih berfokus pada mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan survei. Metode ini juga lebih mudah dipersonalisasi untuk memenuhi kebutuhan penelitian tertentu. Kesimpulannya, metode ilmiah menggunakan pendekatan sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisis data sementara metode penelitian menggunakan pendekatan yang fleksibel dan berbasis pengalaman. Metode ilmiah dapat membatasi kemungkinan bias dan kesalahan sedangkan metode penelitian lebih berfokus pada wawancara, observasi, dan survei. – Metode ilmiah umumnya digunakan dalam penelitian ilmiah, sementara metode penelitian digunakan dalam penelitian sosial dan budaya. Metode ilmiah merupakan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisisnya, dan membuat kesimpulan. Metode ini umumnya digunakan dalam penelitian ilmiah yang berkaitan dengan sains, teknologi, dan matematika. Metode ilmiah melibatkan penelitian yang diarahkan pada suatu hipotesis. Penelitian ini menggunakan alat dan teknik yang bersifat sistematis. Metode ini juga menggunakan prinsip-prinsip induktif dan deduktif untuk menganalisis data. Sedangkan metode penelitian digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang fenomena sosial dan budaya. Metode ini melibatkan penelitian empiris dan penelitian kualitatif. Penelitian empiris menggunakan data seperti uji coba, survei, tes, dan observasi untuk mengumpulkan informasi. Sedangkan penelitian kualitatif menggunakan teknik seperti wawancara, diskusi kelompok, dan observasi untuk mengumpulkan informasi. Metode ini juga menggunakan konsep-konsep kualitatif untuk menganalisis data. Kedua metode ini memiliki beberapa perbedaan. Metode ilmiah memiliki tujuan untuk mencari kebenaran dan fakta empiris. Sementara metode penelitian memiliki tujuan untuk mengungkap pemahaman tentang fenomena sosial dan budaya. Metode ilmiah menggunakan prinsip-prinsip induktif dan deduktif untuk menganalisis data, sedangkan metode penelitian menggunakan konsep-konsep kualitatif. Metode ilmiah umumnya digunakan dalam penelitian ilmiah, sementara metode penelitian digunakan dalam penelitian sosial dan budaya. – Metode ilmiah memiliki keuntungan yang lebih besar dalam hal validitas dan akurasi hasil karena langkah-langkah yang disusun dengan baik dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Metode ilmiah adalah sebuah metode yang digunakan untuk menemukan dan menguji hipotesis melalui penelitian. Metode ini menggunakan konsep-konsep rasional dan ilmiah untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mendasarinya. Metode ilmiah cenderung mengikuti prosedur yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Metode ini juga memerlukan uji coba yang berulang-ulang dan dapat diulang dengan hasil yang konsisten. Metode ilmiah juga memerlukan dokumentasi yang ketat dari setiap tahap penelitian. Metode penelitian adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dan data yang digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan masalah atau isu. Metode ini menggunakan pendekatan yang lebih fleksibel daripada metode ilmiah dan tidak memerlukan penelitian yang berulang-ulang. Metode penelitian ini juga dapat menggunakan berbagai sumber data, seperti wawancara, observasi, dan penelitian literatur. Hasilnya biasanya lebih bersifat subjektif dan kurang dapat diandalkan daripada hasil yang diperoleh melalui metode ilmiah. Meskipun demikian, metode ilmiah memiliki keuntungan yang lebih besar dalam hal validitas dan akurasi hasil karena langkah-langkah yang disusun dengan baik dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, hasil yang diperoleh dari metode ilmiah lebih dapat diandalkan dan lebih valid. Oleh karena itu, metode ilmiah sering digunakan dalam penelitian yang lebih formal. Hal ini karena metode ilmiah menekankan pada pengujian hipotesis dan hasil yang dapat diandalkan. Sebaliknya, metode penelitian lebih sesuai digunakan dalam penelitian yang lebih non-formal. – Metode penelitian lebih menekankan pada pengalaman dan konteks yang relevan, yang menyebabkan hasil penelitian lebih beragam dan lebih mudah diadaptasi untuk kebutuhan peneliti. Metode ilmiah adalah cara mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menuntut penelitian dan mencari fakta yang dapat diverifikasi. Metode ini menekankan pada penggunaan konsep hipotesis, pengujian empiris, dan kesimpulan logis. Hipotesis adalah teori yang diuji dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data, sementara kesimpulan logis menggambarkan hasil dari analisis data. Hal ini membuat metode ilmiah dapat diterapkan secara umum, karena hasilnya dapat ditransfer ke situasi lain. Sementara itu, metode penelitian lebih menekankan pada pengalaman dan konteks yang relevan, yang menyebabkan hasil penelitian lebih beragam dan lebih mudah diadaptasi untuk kebutuhan peneliti. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menggunakan berbagai strategi dan taktik untuk mencapai tujuan mereka. Metode ini juga memberikan kebebasan kepada peneliti untuk bereksperimen dan menggunakan berbagai sumber informasi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Metode ini banyak digunakan dalam proyek penelitian yang berfokus pada konteks lokal atau topik tertentu, karena hasilnya lebih dapat diterapkan di lingkungan lokal. Kesimpulannya, metode ilmiah lebih cocok untuk penelitian yang lebih umum, sedangkan metode penelitian lebih cocok untuk penelitian yang lebih lokal dan berfokus. Hasil yang diperoleh dengan metode ilmiah dapat ditemukan di berbagai situasi, tetapi hasil yang diperoleh oleh metode penelitian lebih mudah diadaptasi untuk kebutuhan peneliti. UZeZ4B.
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/693
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/864
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/85
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/134
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/438
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/879
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/592
  • 1hpfjik0s8.pages.dev/375
  • perbedaan metode ilmiah dengan metode penelitian