Azro’i bin KH Yusuf (makam di Pulandak Lasem) bin Sayyid Abdurrachman Al-Basyaiban (makam di Lasem) yang berjuluk Mbah Sambu. Beliau wafat tanggal 02 Ramadhan 1433H / 9 Desember 1934 H. Kiai asal Lasem ini adalah salah satu santri Syaichona Kholil Bangkalan, selama belajar di Pesantren itu, Sidiq mudah lebih banyak melakukan Riyadlah dgn
5. KH Muzakki (Bujuk Batukolong, sukolilo Kuanyar Bangkalan,berada di komplek pemakaman Sunan Dalem Kolak Sukalila Bankalan,Bujuk Tokolong adalah seorang yang sepanjang hidupnya bertapa (khalwat),bekas dan tempak duduknya masik ada di kampong Batukolong desa sen asen Konang,sedangkan rumah dan makamnya berada di Tambak Agung Sukalila Bangkalan
Riwayat lain mengatakan beliau juga mempunyai istri dan keturunan di Bangkalan Madura. VIII. KEPRIBADIANNYA Konon Mbah Yahi Ma’roef RA terkenal memiliki temperamen yang keras, menurut Kyai Baidhawi, temperamen Mbah Ma’roef menurun kepada cucunya yaitu KH. Abdul Latif Madjid. Kalau Mbah Ma’roef sedang marah pada seseorang ya marah betul.
Maka pada tahun 1820 M. Ahmad Khatib Sambas pun berangkat ke tanah suci untuk menuntaskan dahaga keilmuannya. Dari sini kemudian ia menikah dengan seorang wanita Arab keturunan Melayu dan menetap di Makkah. Sejak saat itu, Ahmad Khatib Sambas memutuskan menetap di Makkah sampai wafat pada tahun 1875 M.
Ghozi yang kini tinggal di Wedomartani Ngemplak Sleman ini. #6. Menyembuhkan Orang Lumpuh Seketika. Dalam buku yang berjudul “Tindak Lampah Romo Yai Syeikh Ahmad Jauhari Umar” menerangkan bahwa KH Holil Bangkalan termasuk salah satu guru Romo Yai Syeikh Ahmad Jauhari Umar yang mempunyai karomah luar biasa.
Syekh Kholil wafat pada hari Kamis tanggal 29 Ramadhan 1343 H (1925 M). Jenazah beliau disalatkan di Masjid Agung Bangkalan. Kemudian dimakamkan di Pemakaman Martajasah, Bangkalan. Hampir ulama besar di Madura dan Jawa adalah murid Kiai Kholil Murid Dari Syaichona Kholil Bangkalan Madura 1. KH. Hasyim Asy’ari
Kemudian setelah dirasa cukup belajar ke Kiai Kholil Bangkalan, beliau mendapat tugas untuk membantu KH Hasyim Asy'ari mengajarkan ilmu agama di Pesantren Tebuireng. Usianya saat itu sudah 25 tahun, sudah cukup matang dan dewasa. Kealiman, kecerdasan, dan ketawadhuan Kiai Romli membuat Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari menaruh hati pada beliau.
Al Qur'an. KH. Tamim Irsyad dilahirkan di Desa Pareng, Bangkalan, Madura. Untuk tanggal, bulan dan tahun kelahirannya belum diketahui secara pasti. KH. Tamim Irsyad wafat di Rejoso pada 11 Muharram tahun 1326 H atau bertepatan pada tahun 1908 M. Pondok Pesantren Bangkalan Mbah KH. Kholil Bangkalan. Ketika telah menyelesaikan pendidikannya
KH. Ma’ruf, KH. Kholil Bangkalan, KH. Dimyati Termas, KH. Dimyati Kebumen dan; KH. Abdurrahman; 3. KH. Ahmad Mulai Berdakwah. Sepulang dari ngangsu kaweruh di berbagai pondok pesantren, sekitar tahun 1931, KH. Ahmad Marzuqi mulai melakukan pengajian-pengajian di berbagai tempat terutama di desa-desa di Gunungkidul.
Mbah Kholil Bangkalan pada tahun 1924 atau dua tahun sebelum NU lahir, seperti ditulis sejumlah media, telah memberikan tongkat kepada KH Hasyim Asy'ari yang dititipkan melalui KH As'ad Syamsul Arifin, Situbondo yang saat itu nyantri di pesantren Mbah Kholil.
Z1bO. 1hpfjik0s8.pages.dev/7291hpfjik0s8.pages.dev/3361hpfjik0s8.pages.dev/6991hpfjik0s8.pages.dev/8461hpfjik0s8.pages.dev/3601hpfjik0s8.pages.dev/481hpfjik0s8.pages.dev/3151hpfjik0s8.pages.dev/496
silsilah keturunan kh kholil bangkalan